* Alun-alun Merdeka Dengan Kayutangan Heritage
MATTANEWS.CO, MALANG – Diresmikannya Alun -Alun Merdeka Kota Malang usai direvitalisasi, tentunya bakal menambah daya tarik wisata maupun pengunjung yang ingin menikmati suasana dan wanaha yang baru.
Terlebih, Alun -Alun Merdeka Kota Malang juga berdekatan dengan tempat wisata lainnya, seperti Kayutangan Heritage serta pusat perbelanjaan juga bakal berdampak terhadap membludaknya kendaraan pengunjung.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Malang juga telah menyiapkan penataan parkir di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang. Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Malang memberikan arahan kepada pengunjung dengan konsep parkir terpadu berbasis koridor dan optimalisasi ruang parkir existing.
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang menegaskan tidak akan menambah titik parkir baru secara masif, melainkan memaksimalkan fasilitas parkir yang sudah tersedia, seperti di kawasan Kayutangan Heritage, depan Kantor Pos Malang, dan Masjid Jamik.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra bahwa konsep parkir tersebut merupakan bagian dari sistem lalu lintas terpadu yang mendorong masyarakat untuk terbiasa berjalan kaki di kawasan pusat kota.
“Ada satuan koridor yang bisa memanfaatkan ruang parkir yang ada. Biasakan berjalan kaki, karena parkir itu bagian dari sistem lalu lintas,” jelas Widjaja, Rabu malam (28/1/2026) usai mengikuti kegiatan peresmian Alun-Alun Merdeka.
Lebih lanjut, Widjaja mengatakan bahwa secara historis konsep kawasan terpadu di Alun-alun Merdeka sudah terbentuk sejak lama. Selain itu lokasi Alun-alun Merdeka yang dikelilingi Kantor Pos, Masjid Jamik, serta gereja yang berdampingan menunjukkan konsep tata kota tempo dulu yang ramah pejalan kaki.
“Kita optimalkan parkir yang existing. Di depan Kantor Pos, depan Masjid Jamik, dan yang ada di Kayutangan. Harapannya masyarakat tidak harus parkir di tempat tujuan, tapi mau berjalan kaki menikmati kawasan,” tegas Kadishub.
Bahkan Widjaja menyebut bahwa pola ini mulai berjalan, termasuk di kalangan pekerja dan karyawan yang kini terbiasa memarkir kendaraan di titik parkir terpusat.
“Awalnya tidak tahu, sekarang jadi tahu dan terbiasa. Termasuk karyawan yang sudah terbiasa jalan kaki ke tempat parkir yang sebelumnya sudah disediakan Pemkot Malang,” tambahnya.
Dishub Kota Malang juga tengah membahas pengembangan becak berbasis listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata kota.
“Masih kita diskusikan bersama Disporapar dan lantas. Karena kendaraan listrik seperti becak listrik belum memiliki aturan khusus yang mengatur secara detail,” ungkapnya.
Masih Kata Widjaja, Penerapan becak listrik nantinya akan dibatasi pada kawasan tertentu dan disesuaikan dengan kearifan lokal, mengingat kendaraan tersebut belum memiliki administrasi kendaraan seperti STNK.
“Tidak bisa di sembarang tempat. Hanya di kawasan tertentu yang akan kita tetapkan, dengan landasan aturan dan kearifan lokal,” tegasnya.
Pemkot Malang juga menargetkan kawasan Alun-alun Merdeka menjadi pusat kota yang tertib lalu lintas, ramah pejalan kaki, berkarakter heritage, serta mendukung pariwisata berkelanjutan.














