MATTANEWS.CO, SULBAR – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Mamuju terus berkomitmen untuk memberikan perhatian kepada para pelaku kesenian dan pelestarian budaya di daerah ini.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Mamuju, Marwan Haruna. Menurutnya, salah satu perhatian yang diberikan kepada para pelaku seni, Adalah memberikan bantuan hibah untuk mendukung pengembangan kesenian.
“Terkait dengan pengembangan kesenian di Mamuju, kita sementara melakukan update data terhadap sejumlah pegiat seni atau sanggar-sanggar seni. Mereka ada yang menerima hibah, dan ini kita data kembali, sejauh mana progres mereka dalam melakukan pengembangan kelompok kesenian mereka,” kata Marwan.
Dari update data yang dilakukan, Marwan mengaku, para pelaku seni di Mamuju masih terus melakukan proses pengembangan. Termasuk, para pelaku seni yang belum mendapat bantuan juga tetap akan didata.
“Alhamdulillah dari update data kita, mereka masih berjalan. Tahun depan akan ada lagi, kita dorong mereka mendapatkan bantuan hibah dalam melakukan progres pengembangan kesenian,” sebutnya.
“Karena mereka para kelompok kesenian atau sanggar seni ini sebelumnya mengajukan proposal, dan kita bantu sesuai kebutuhan atau alat kesenian apa yang mereka butuhkan. Semuanya akan kita sentuh dan bina,” sambung Marwan, Jum’at (11/11/2022).
Marwan juga menyampaikan, kedepan, Disparbud Mamuju masih membutuhkan dukungan anggaran dalam rangka pembinaan kelompok seni tersebut. Sehingga Ia berharap hal itu mendapat dukungan mitra kerja yakni DPRD Mamuju.
“Kedepan kita terus butuh support penganggaran, mudah-mudahan ini bisa maksimal. gar kesenian kita tetap terjaga dengan baik sebagai identitas kita, di Mamuju ini,” harapnya.
Selain itu, Marwan mengungkapkan, Disparbud Mamuju kini tengah mempersiapkan panggung pementasan yang dipusatkan di Rumah Adat Mamuju.
“Kami sudah buat panggung di rumah adat, ukurannya 12 X 10 meter. Insya Allah panggung ini akan digunakan dan memberdayakan pelaku sanggar seni atau kelompok kesenian di Mamuju agar setiap Minggu tampil dan pementasan di sana,” imbuhnya.
Panggung ini, lanjut dia, dibuat secara permanen dan menggunakan rigging.
“Ini akan permanen. Jadi boleh malam minggu, kelompok kesenian apa saja bisa tampil di sana. Termasuk untuk ditempati latihan. Saya sudah sampaikan ke teman-teman kelompok dan pelaku seni agar ini bisa dimanfaatkan nantinya,” pungkas Marwan.














