MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – hujan rintih yang menyelimuti Kabupaten Aceh Tamiang, tidak menghalangi semangat masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang datang untuk antri menerima bantuan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP-AMPG), Datuk H Said Aldi Al Idrus, Sabtu (14/3/2026).
Pasca bencana Hidrometerologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, membuat rasa empatik yang begitu besar dari Ketum PP AMPG Partai Golkar, berbagi bantuan terus disalurkan guna meringankan penderitaan masyarakat setelah bencana banjir bandang meluluh lantakkan rumah, bahkan harta.
Ketua Umum PP AMPG, H. Said Aldi Al Idrus, turun langsung memimpin penyaluran bantuan. Dalam wawancara singkat, Beliau menjelaskan, bahwa kehadiran AMPG ditengah-tengah masyarakat Aceh Tamiang telah dilakukan dari awal bencana, sampai saat ini telah memasuki hari ke-98.
“Kehadiran AMPG Partai Golkar bukan sekadar seremoni saja, melainkan wujud nyata pengabdian yang telah berjalan konsisten selama tiga bulan terakhir,” ucapnya.
Ia menuturkan, bahwa bukan saja kepedulian dari AMPG Partai Golkar saja yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga dari Artha Graha Peduli, dan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).
“Ini semua wujud nyata, bahwa kami ada untuk masyarakat, untuk bantuan saat ini sebanyak 400 paket sembako dan uang berbuka puasa telah disalurkan, setidaknya dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” tutur Ketum PP AMPG.
Selain itu, Ketum PP AMPG Partai Golkar itu juga membeberkan, kita terus berkomitmen dengan jenjang berkelanjutan, mulai dari pangan hingga Rumah Ibadah. Aksi kemanusiaan ini mencakup skala yang luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga.
“Ada juga jenjang ogistik masif, dengan sebanyak 10.000 paket bantuan telah dialokasikan khusus untuk wilayah Aceh Tamiang,” terang Datuk H Said Aldi Al Idrus.
Disamping itu ada juga tambah, Datuk H Said Aldi Al Idrus, dukungan ramadhan, selama bulan suci, tim juga aktif menyediakan hidangan berbuka bagi 300 hingga 500 jamaah di masjid-masjid yang dikunjungi.
“Restorasi spiritual, selain pangan, fokus bantuan juga diarahkan pada perbaikan rumah ibadah serta penyediaan perlengkapan seperti sajadah agar warga dapat beribadah dengan layak,” ungkapnya.














