BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Ditinggal ke Kebun, Rumah Lansia di Silat Hulu Rata dengan Tanah Dilalap Api

×

Ditinggal ke Kebun, Rumah Lansia di Silat Hulu Rata dengan Tanah Dilalap Api

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Panggung, Desa Belimbing, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin malam 13 April 2026. Rumah milik Lusin (66), seorang petani, ludes terbakar dan menyisakan puing. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi Selasa, 14 April 2026.

Menurut Iptu Jamali, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena saat api berkobar, rumah dalam keadaan kosong. Korban diketahui sedang berada di kebun.

“Kejadiannya Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Rumah korban rata dengan tanah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Iptu Jamali, Selasa 14 April 2026.

*Kronologi: Api Bermula dari Tirai Depan Rumah*

Iptu Jamali memaparkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan para saksi. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban Lusin pergi ke kebun seperti biasa. Rumah pun kosong tanpa penghuni.

Dua jam berselang, sekitar pukul 22.00 WIB, Daud Askelon (36), anak korban yang rumahnya berjarak tidak jauh dari TKP, melihat kobaran api.

“Saksi Daud melihat api pertama kali muncul dari tirai bagian depan rumah. Melihat itu, saksi langsung berteriak minta tolong ke warga sekitar,” jelas Iptu Jamali.

Teriakan Daud membuat warga Dusun Panggung berhamburan keluar rumah dan berdatangan ke lokasi. Api yang diduga dipicu korsleting listrik dengan cepat membesar karena bangunan rumah didominasi bahan kayu. Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember dan selang air.

“Upaya pemadaman dilakukan bersama-sama. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB atau satu jam kemudian. Tapi kondisi rumah sudah habis terbakar,” terang Iptu Jamali.

*Data Korban dan Saksi*

Korban diketahui bernama Lusin, 66 tahun, laki-laki, agama Katholik, pekerjaan petani/pekebun, beralamat di Dusun Panggung, Desa Belimbing, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Polisi telah meminta keterangan dari dua orang saksi, yakni:

1. Daud Askelon, 36 tahun, laki-laki, wiraswasta, anak korban, alamat Dusun Panggung.

2. Hendri, 38 tahun, laki-laki, perangkat desa, alamat Dusun Panggung.

Keduanya merupakan orang pertama yang melihat kejadian dan ikut membantu pemadaman bersama warga lain.

*Kerugian Rp200 Juta, Diduga Korsleting*

Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, Iptu Jamali menyebutkan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik. Titik awal api terlihat di bagian depan rumah, tepatnya di tirai yang berdekatan dengan instalasi listrik.

“Untuk penyebab pasti masih kami dalami. Tim masih melakukan penyelidikan lanjutan. Tapi dugaan kuat korsleting listrik,” tegasnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil yang cukup besar. Rumah beserta seluruh perabotan dan harta benda di dalamnya ludes tak tersisa.

“Taksiran kerugian sekitar Rp200.000.000. Rumah korban rata dengan tanah,” tambah Iptu Jamali.

*Langkah Kepolisian dan Imbauan*

Iptu Jamali mengatakan personel Polsek Silat Hulu telah mendatangi TKP begitu menerima laporan warga. Polisi melakukan olah TKP awal, interogasi terhadap korban dan saksi-saksi, serta mendokumentasikan kondisi lokasi.

“Tindak lanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan dan instansi terkait, termasuk pemerintah desa dan kecamatan, untuk penanganan pasca kebakaran. Apakah nanti ada bantuan untuk korban, akan dikoordinasikan,” ujarnya.

Melalui peristiwa ini, Iptu Jamali kembali mengimbau seluruh masyarakat Kapuas Hulu agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari listrik.

“Pertama, pastikan instalasi listrik di rumah terpasang dengan benar dan gunakan material SNI. Kedua, rutin cek kondisi kabel, stop kontak, dan saklar. Kalau ada yang terkelupas atau panas, segera ganti. Ketiga, jangan tinggalkan rumah dengan alat elektronik masih menyala. Cabut colokan jika bepergian,” pesan Iptu Jamali.

Ia juga mengapresiasi kekompakan warga Dusun Panggung yang sigap membantu memadamkan api. “Kalau tidak cepat ditangani warga, api bisa merambat ke rumah lain. Ini bentuk solidaritas yang harus kita jaga,” tutup Iptu Jamali. (*)