Reporter : Nopri
Bangka Belitung, Mattanews.co – Bupati Bangka Barat, Markus memiliki satu rencana besar untuk mendongkrak perekonomian daerah.
Salah satunya dengan melakukan pendekatan para pengusaha agar mau berinvestasi di Bangka Barat.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai, investasi berperan sangat signifikan sebagai penggerak roda perekonomian di Bangka Barat.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara pemberian penghargaan kepada petani lada dan kebun lada terbaik tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di kebun lada Akian desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Senin (2/12/2018).
“Sejak menjabat sebagai Bupati sekitar sembilan bulan ini, saya terus melobi para pengusaha berinvestasi di daerah kita, salah satunya di sektor komoditi lada dan karet,” ujarnya.
“Kenapa kita begitu giat mendorong investasi masuk Bangka Barat, sebab kalau tidak ada investor maka daerah kita sulit maju karena kalau hanya mengharapkan uang APBD saja tidak akan cukup,” jelas Bupati Markus.
Selama ini para pengusaha yang telah dilobi, diantaranya pengusaha asal Bangka Barat Akam, yang punya pabrik pengolahan lada di Bekasi.
Ada pengusaha asal Bangka yang punya pabrik karet di Bogor dan sudah setengah jadi, juga dalam produksinya tidak mengeluarkan bau seperti pabrik karet umumnya.
“Saya sudah melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan dan direspon sangat baik. Para pengusaha itu berminat untuk bekerja sama bangun Bangka Barat,” katanya.
Tak hanya lada, karet, tapi juga dengan sawit yang jadi sektor komoditi unggulan Bangka Barat.
“Saya tidak mendengar lagi ada sawit dari kebun warga kita yang tidak laku. Sebab kita sudah meminta perusahaan sawit di Bangka Barat ini untuk membeli hasil panen petani kita,” ujarnya.
Markus juga menyinggung soal rencana pembangunan pabrik CPO dengan total investasi sekitsr Rp 1 triliun di Tanjung Kalian. Dimana di daerah tersebut sudah selesai pembebasan lahan, namun tinggal menunggu pembangunan yang direncanakan tahun depan.
“Akan ada rencana pembangunan pelabuhan di Tanjung Ular. Terkait ini, saya juga sudah bertemu Menteri Perhubungan mudahan terwujud dengan nilai investasi sekitar Rp 100 miliar. Pelabuhan sangat vital untuk menggerakan ekonomi daerah kita,” ucapnya.
Editor : Nefri














