BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMPROV SUMSEL

Dorong Inklusi Keuangan dari Daerah, OJK dan Pemprov Sumsel Perkuat Peran TPAKD 2026

×

Dorong Inklusi Keuangan dari Daerah, OJK dan Pemprov Sumsel Perkuat Peran TPAKD 2026

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Penguatan akses keuangan bagi masyarakat kembali menjadi fokus utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Rapat Teknis dan Capacity Building Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumatera Selatan Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (25/2/2026) ini menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan program inklusi keuangan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Henky Putrawan, menegaskan bahwa TPAKD harus menjadi penggerak utama dalam membuka akses pembiayaan produktif di daerah.

“TPAKD memiliki peran strategis dalam mempercepat akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada keselarasan antara kebijakan pusat dan daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat. Program yang dijalankan tidak boleh bersifat umum, tetapi harus spesifik, berbasis potensi lokal, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Henky juga mendorong setiap kabupaten/kota untuk lebih inovatif dalam merancang program unggulan.

“Kami ingin setiap daerah memiliki program khas yang bisa menjadi kekuatan ekonomi baru. Ini penting agar pembangunan tidak hanya terpusat, tetapi merata,” katanya.

Sementara itu, perwakilan OJK Sumsel, Asnawati, menjelaskan bahwa arah kebijakan TPAKD tahun 2026 akan difokuskan pada program-program strategis yang terintegrasi.

“TPAKD 2026 akan diarahkan pada penguatan sektor pangan melalui Aksi Pangan Sumsel berbasis komoditas unggulan seperti padi, kopi, dan kelapa,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi desa dan kewirausahaan generasi muda.

“Kami mendorong program seperti Pesisir Berdaya dan Kelurahan Inovasi Terpadu untuk memperkuat ekonomi desa. Selain itu, Sultan Muda Sumsel Center melalui Impactpreneur Academy dan Business Incubator akan menjadi wadah lahirnya wirausaha muda,” ujarnya.

Di sisi lain, transformasi digital dan ekonomi syariah juga menjadi perhatian utama.

“Pengembangan Sumsel Digital Financial Hub dan penguatan ekonomi syariah menjadi langkah penting agar inklusi keuangan semakin luas dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.

Tak hanya membahas rencana ke depan, forum ini juga mengevaluasi capaian tahun sebelumnya yang dinilai cukup progresif.

“Program tahun 2025 menunjukkan hasil positif, mulai dari optimalisasi komoditas kopi, pengembangan desa ekosistem keuangan inklusif, hingga dukungan pembiayaan sektor pariwisata,” kata Asnawati.

Ia menegaskan bahwa evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan program ke depan.

“Kami ingin memastikan program yang dijalankan tidak hanya berjalan, tetapi juga terukur dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, OJK dan Pemprov Sumsel berharap koordinasi antar pemangku kepentingan semakin solid.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan koordinasi yang kuat, pelaksanaan program dapat berjalan tepat waktu, transparan, dan akuntabel,” ujar Henky.

“Harapannya, TPAKD benar-benar menjadi motor penggerak inklusi keuangan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata,” pungkasnya.