BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Dosen Polinema Hasilkan Teknologi Pbelah Durian, Tepat Guna Dukung UMKM

×

Dosen Polinema Hasilkan Teknologi Pbelah Durian, Tepat Guna Dukung UMKM

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG — Dosen Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Salah satu luaran PKM berupa alat pembelah durian kini diterapkan di UMKM Gus Durian, Jalan Sulfat, Kota Malang, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Alat tersebut mampu membelah hingga empat buah durian dalam satu menit, atau rata-rata 15 detik per buah. Kecepatan ini diharapkan memangkas antrean sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja bagi pedagang.

Inovasi ini merupakan karya mahasiswa D3 Teknik Mesin Polinema, Dani Tri Arianto, yang dikembangkan dalam tugas akhirnya di bawah bimbingan Dr. Drs. Ir. Moh. Hartono, M.T.

Hartono menjelaskan, alat tersebut lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Selama ini pedagang masih mengandalkan pisau manual untuk membuka durian berkulit keras dan berduri.

“Alat ini merupakan karya mahasiswa kami, mahasiswa tugas akhir D3 Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang. Tujuannya untuk memudahkan UMKM memberikan pelayanan kepada pelanggan, khususnya dalam hal membuka buah durian,” ujar Hartono.

Secara teknis, alat ini menggunakan modifikasi _base plate_ untuk menahan durian agar stabil. Mekanisme tuas berfungsi memperbesar gaya tekan sehingga kulit durian dapat terbelah lebih mudah tanpa tenaga besar.

Dani mengaku ide tersebut muncul dari pengamatannya terhadap kesulitan pedagang. “Idenya dari melihat orang yang jual durian. Mereka masih mengalami kesulitan dan ada risiko kecelakaan kerja,” kata Dani.

Proses pembuatan alat ini memakan waktu sekitar dua minggu dengan biaya produksi Rp800 ribu.

*Tingkatkan Produktivitas dan Keselamatan Kerja*
Koordinator Prodi D3 Teknik Mesin Polinema, Lisa Agustriana, menilai penerapan alat ini membuktikan bahwa hasil pembelajaran di kampus dapat langsung berdampak pada pelaku usaha.

“Mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat secara nyata. Ini sangat bermanfaat, terutama untuk peningkatan produktivitas, khususnya bagi UMKM,” ujarnya.

Ia berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai karya tugas akhir, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk teknologi tepat guna yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua Prodi D4 Teknik Mesin Produksi dan Perawatan Polinema, Kris Witono, menambahkan kolaborasi dosen dan mahasiswa ini menjadi model baik dalam menjawab kebutuhan industri kecil.

“Ini merupakan karya tugas mahasiswa bersama dosen untuk membantu industri kecil atau UMKM agar pelayanannya bisa lebih cepat sehingga pelanggan tidak terlalu lama menunggu,” ujarnya.

*Menuju Versi Otomatis*
Hartono mengungkapkan pengembangan tahap selanjutnya akan diarahkan pada sistem otomatis. Pada versi baru, durian cukup diletakkan dan alat akan bekerja sendiri tanpa tenaga operator.

“Tahun depan rencananya saya akan membuat yang otomatis. Nantinya buah durian tinggal diletakkan, kemudian alat yang bekerja secara otomatis membuka durian. Kita tidak perlu menggunakan tenaga lagi,” katanya.

Melalui PKM ini, Polinema mendorong agar riset dan tugas akhir mahasiswa tidak berhenti di laboratorium. Teknologi tepat guna diarahkan untuk menjawab persoalan UMKM, sekaligus meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy