MATTANEWS.CO, FAKFAK – Tomang adalah tas anyaman tangan yang terbuat dari bahan alami seperti daun pandan hutan atau bambu, yang menjadi ciri khas dan simbol budaya Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Berkaitan dengan itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Fakfak, melaksanakan pelatihan anyaman Tomang bagi Mama Mama di Distrik Kramongmogga.
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Distrik yang diwakili oleh Kasi Ekbang Diana Novita Tuturop SE, dengan melibatkan peserta dari Mama mama PKK dan Mama mama di di Kampung Kramongmonga, Senin (22/9/2025).
Diana Novita Tuturup berharap, melalui kegiatan anyaman ini, Dinas terkait dapat melibatkan Mama mama PKK dari Distrik Kramongmogga untuk turut dalam kegiatan atau lomba di Tinggalkat Kabupaten.
Kepala DP3AP2KB FAKFAK, Lina Surjani SH. MM melalui Kepada Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Salma Absofi SE.MM, menyampakan, Tomng ini tidak hanya memiliki nilai guna lokal tetapi juga merupakan budaya yang sarat makna dan memiliki potensi ekonomi melalui pengembangan sektor UMKM.
“Mama mama dapat fokus dalam mengikuti pelatihan tersebut, dan mampu mendesain dengan baik agar dapat menarik perhatian pembeli dengan nilai ekonomis yang tinggi,” ungkapnya.
Selain menganyam Tomang, sebagian Mama lainya juga menganyam berbagai jenis anyaman lainya yang semuanya mempuyai nilai ekonomis.
Di kesempatan itu juga, Kepala Kampung Kramongmogga yang diwakilkan Kepala Baperkam Paulus Heremba, dalam arahannya memberikan apresiasi kepada DP3AP2KB yang telah hadir dalam memberikan pelatihan terhadap Mama mama.
Ia juga berharap, selain pelatihan anyaman Tomang, anyaman lainnya seperti piring lidi atau rotan juga bisa dapat dilatih kepada Mama mama di Distrik Kramongmogga.
“Pelatihan ini kirannya dapat berjalan terus, sehingga Mama mama terus termotivasi dan mempunyai semangat sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah, Dengan begitu Fakfak akan maju melalui anyaman yang dihasilkan yang secara langsung mempuyai dampak ekonomis,” pungkasnya.














