BERITA TERKINI

DPC BMI OKI Tuding Shodiq Remehkan Peran Partai Demokrat

×

DPC BMI OKI Tuding Shodiq Remehkan Peran Partai Demokrat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS. CO, OKI – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Bintang Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Bayu Apriansach mengutarakan kegamangan partai Demokrat pasca pengajuan mundur Djakfar Shodiq sebagai anggota partai DPC Demokrat OKI merupakan hal sewajarnya.

Bayu juga menyoroti komitmen awal Djakfar Shodiq yang ia nilai tidak pantas dilakukan seorang politisi senior yang disebutnya telah memiliki banyak pengalaman dalam berpolitik.

“Sikap beliau disayangkan karena beliau termasuk orang yang sudah paham politik. Sebelum menjadi wabup, beliau sudah pernah menjadi anggota DPRD dari partai politik,” jelasnya di Kayuagung, Jumat (25/06/2021).

Dengan pengalaman organisasi maupun dari partai itu sendiri, menurut Bayu yang juga anggota DPRD OKI dari Fraksi Demokrat ini, Shodiq seharusnya memberi contoh, terutama bagi politisi muda dalam memegang amanah partai secara teguh.

Apalagi menurut dia, sebelumnya partai logo mercy tersebut telah menyiapkan ruang bagi Shodiq hingga akhirnya mantan kades itu berhasil memenangkan suara terbanyak dalam pilkada OKI, yang kemudian dinobatkan menjadi Wakil Bupati berpasangan dengan Iskandar.

“Tentu kami sebagai sayap partai demokrat mempertanyakan komitmen dari bapak HM Djakfar Shodiq. Karena sebelum pilkada lalu, beliau meminta dukungan dengan menjadi kader partai demokrat. Tetapi, tengah jalan malah minta mundur,” ungkapnya beberapa hari lalu.

Terpisah, Djakfar Shodiq mengemukakan kabar mundurnya Djakfar Shodiq sebetulnya telah lama diajukan dirinya ke DPC Demokrat OKI. Disaat dibincangi pewarta media, Shodiq justru merasa heran bila persoalan ini berujung memicu polemik.

Menyimak alasan yang dikemukakan, Shodiq mengungkapkan, lantaran ia merasa kesibukan dirinya sebagai Wakil Bupati sehingga mengharuskan dirinya mengambil keputusan untuk hengkang dari partai Demokrat.

Selain itu, secara diplomatis Shodiq mengungkapkan sebagai anggota partai tentunya merasa ruang sebagai kader, secara individu, ia anggap tidak memiliki peran berarti, bila dibandingkan dengan pemegang jabatan di partai,

“Saya pikir dengan jabatan hanya sebagai anggota, tentunya tidak lantas mempengaruhi partai secara signifikan. Partai masih dapat berjalan dengan baik, terlepas keluarnyaa dia dari partai,” terangnya.

Disisi lainnya, ia juga menepis isu kepergian dirinya lantaran telah kecantol dengan partai lainnya dengan tawaran posisi bagus untuk memudahkan dirinya melangkah dalam pilkada tahun 2024 mendatang,

“Masih terlalu dini bila dikaitkan dengan Pilkada 2024 nanti. Apalagi dibilang loncat pagar partai lainnya demi jabatan tertentu. Saya kira, anggapan itu keliru,” terang dia.

Meskipun pengunduran diri Shodiq dinilai sebagai dinamika berpolitik biasa, namun pendapat berbeda diperoleh dari Sekretaris Partai Demokrat Fisli Hartono yang menegaskan kembali komitmen yang menurutnya tercipta lantaran partai Demokrat sebagai partai pengusung kala itu.

“Jika alasan bersangkutan mundur karena tidak dapat bekerja penuh waktu karena fokus berbuat untuk rakyat, kami anggap biasa saja. Tapi, jika pengunduran diri dari Partai Demokrat, lalu berlabuh ke partai lain, kami pertanyakan moralitas dan komitmen Wabup OKI saat diusung pilkada 2018 lalu,” tegas Fisli.