Reporter : Reza Fajri
PALEMBANG, Mattanews.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel), menargetkan sebanyak 15.000 unit rumah yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Sumsel di tahun 2021 mendatang.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pengurus DPD REI kepada masyarakat yang terdampak di tengah pandemi Covid – 19.
Sekretaris DPD REI Sumsel, Zewwy Salim mengatakan, bahwa kuota rumah subsidi di tahun 2020 pada dasarnya tidak ditargetkan, tetapi memakai skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hal tersebut dikarenakan kuota beberapa Bank sudah habis.
Zewwy Salim menjelaskan, seperti yang diketahui saat ini masih berlangsung Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).
Ia juga menegaskan, pihaknya juga akan memproses akad kredit untuk rumah (MBR) dari Bank Tabungan Negara (BTN) pada akhir bulan November 2020 mendatang.
“Intinya kuota SSB masih tersedia, tetapi realisasi akadnya terbatas,” ujar pria yang akrab dipanggil Ko Awi, Sabtu (14/11/2020).
Saat diwawancarai Mattanews.co, Zewwy menjelaskan, dalam menghadapi pandemi covid 19 yang di luar dugaan ini, membuat pihaknya harus mengkoreksi target perusahaan mulai dari memangkas biaya operasional.
“Kami pihak pengembang tetap optimis karena pangsa pasar untuk rumah MBR peminat masyarakat tetap tinggi, walaupun membuat harus banyak mengkoreksi target masing-masing perusahaan,” ucapnya.
Zewwy menerangkan wabah Covid-19 yang terjadi di awal tahun 2020 lalu, membuat para pengembang harus memangkas anggaran dari segi operasional. Terlebih lagi, pengembang dan pihak Bank telah menyepakati perjanjian kerjasama.
Ia juga mengajak pihaknya untuk meningkatkan mutu agar tidak mengecewakan konsumen. Langkah tersebut dilakukan dengan membagun rumah sesuai dengan yang tertera di brosur.
Selain itu, dengan memberikan bonus beragam dapat menjadi daya tarik masyarakat.
“Kita mengedukasi anggota DPD REI Sumsel, agar membangun sesuai spesifikasi, sesuai yang mereka tawarkan sebelumnya, sesuai dengan brosur hingga tidak membuat konsumen kecewa. Beberapa teman melakukan memberikan hadiah pada para konsumennya berupa barang-barang elektronik demi meningkatkan permintaan konsumen,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zewwy menambahkan, selama pandemi Covid-19, pihak bank juga selektif terhadap calon konsumen yang akan mengambil rumah MBR ataupun komersil.
Dengan tegas Zewwy mengatakan, di tahun 2021 mendatang, pihaknya sangat yakin akan menembus angka 15.000 unit, untuk kuota rumah MBR di provinsi Sumsel.
“Kami berkaca di tahun 2018 hingga tahun 2019 lalu, tidak terkena pandemi Covid kita sudah mencapai angka 12.800 unit. Artinya, jika tidak ada pandemi Covid – 19, kita yakin rumah subsidi ini akan tersalurkan mencapai angka 15.000 unit, apalagi saat ini pembangunan MBR tidak terfokus di Kota Palembang saja, tetapi sudah merata di kabupaten/kota di Sumsel,” tandasnya.
Editor : Belgium














