DPRD Kota Blitar Ingin Pokir Masuk dalam Pembangunan Daerah

  • Whatsapp
Rapat paripurna DPRD Blitar Jatim (Robby / Mattanews.co)
Rapat paripurna DPRD Blitar Jatim (Robby / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, BLITAR – DPRD Kota Blitar Jawa Timur (Jatim) menggelar Rapat Paripurna yang membahas tentang banyak hal.

Bacaan Lainnya

Seperti pengusulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perencanaan dan Penganggaran Daerah, Pendapat Wali Kota (Wako) Blitar Terhadap Raperda tentang Perencanaan dan Penganggaran Daerah, dan Penjelasan Wako Blitar atas Raperda tentang Kepariwisataan di Graha Paripurna, yang digelar di DPRD Kota Blitar, Senin (7/6/2021).

Ketua DPRD Blitar Syahrul Alim mengatakan, adanya raperda tersebut dalam penganggaran lebih tertib dan pariwisata di Blitar, untuk lebih maju lagi. Raperda tersebut rencananya akan diselesaikan secepatnya.

“Kita diberi waktu satu bulan. Artinya pada tanggal 7 Juni 2021 nantinya, raperda ini sudah selesai,” ungkap Syahrul Alim.

Juru Bicara (Jubir) Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Blitar Nuhan Eko Wahyudi menuturkan, adanya raperda yang diajukan tersebut, berupa sinkronisasi antara DPRD dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar.

Menurutnya, selama ini yang ada di dalam RPJMD Blitar, tidak mengakomodir pokok-pokok pikiran (pokir) dari DPRD Kota Blitar.

“Harapannya adanya raperda ini, pokir DPRD Kota Blitar dapat tertampung oleh pemerintah. Selama ini tidak sinkron, karena yang diprioritaskan usulan-usulan dari pemerintah atau organisasi perangkat daerah,” ungkapnya.

Nuhan menuturkan, selama ini belum ada dasar hukum yang dapat menampung pokir dewan. Adanya raperda tersebut, lanjutnya, akan mengakomodir pokir dewan ke dalam rancangan pembangunan daerah.

“Kalau persentasenya masih akan kita rapatkan, belum tahu nanti berapa persen yang diakomodir,” ungkapnya.

Menanggapi raperda tentang kepariwisataan, DPRD Blitar mengharapkan wisatawan yang datang ke Kota Blitar dapat tinggal lebih lama. Adanya wisatawan yang tinggal lebih lama, dinilainya akan meningkatkan berbagai sektor perekonomian di Blitar.

“Kita harus mencari daya tarik apa yang ada di Blitar ini. Sehingga kita masukkan dalam raperda itu,” katanya.

Wako Blitar Tjutjuk Sunario mengungkapkan, jumlah wisatawan yang datang ke Blitar tergolong tinggi. Dalam satu tahun, sedikitnya 3 juta wisatawan, datang ke pemakaman Bung Karno di Kelurahan Bendogerit.

“Pendapatan Blitar tetap sedikit, karena wisatawan hanya berkunjung setengah hari. Untuk itu, Pemkot Blitar berupaya, untuk menjamu agar wisawatan bermalam di Blitar,” ujarnya.

Pemkot Blitar juga akan mengemas pariwisata religi makam Bung Karno, dengan wisata UMKM yang ada di Kota Blitar.

“Kami ingin, bagaimana orang yang berkunjung ke Blitar, tidak langsung pergi. Berarti harus ada hotel, ada tempat menarik. Mereka bisa betah dan belanja di Kota Blitar, sehingga ekonomi masyarakat bisa meningkat,” ucapnya. ADV

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait