Duda di Tulungagung Meninggal Dunia Diatas Tempat Tidur, ini Penyebabnya

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Seorang duda berinisial PJ (57) dikabarkan meninggal dunia dirumah saudaranya yang berada di Desa Tenggur Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Minggu (1/8/2021).

Diketahui seorang duda tersebut beralamat Dusun Pulosari RT 01 RW 15 Desa Pulosari Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.

Bacaan Lainnya

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke kantor Kepolisian sektor Rejotangan oleh Suyanto (60) alamat Dusun Giring RT 01 RW 02 Desa Tenggur Kecamatan Rejotangan kepada Sunardi (58) selaku perangkat Desa setempat pada Minggu (1/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Setelah kedua saksi bersama warga setempat mendatangi rumah yang dimaksud yang dalam keadaan terkunci, akhirnya pintu didobrak dari luar.

Melalui keterangan singkatnya, Kapolsek Rejotangan AKP Hery Poerwanto melalui Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Tri Sakti Syaiful Hidayat membenarkan kejadian seorang duda PJ (57) ditemukan meninggal dunia dirumah kakak perempuan beralamat di Dusun Giring RT 01 RW 02 Desa Tenggur Kecamatan Rejotangan.

“Setelah menerima laporan kejadian tersebut, petugas dipimpin langsung Kapolsek AKP Hery Poerwanto mendatangi lokasi kejadian,” kata Iptu Tri Sakti kepada mattanews.co, Minggu (1/8/2021).

“Sebelumnya, berkoordinasi dengan Tim Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung,” imbuhnya.

Iptu Tri Sakti menjelaskan, dari keterangan saksi berawal adanya kecurigaan lantaran PJ sudah tiga hari belakangan ini tidak pernah kelihatan dari rumah kakak perempuannya.

“Perangkat Desa dibantu warga mendatangi rumah yang dimaksud dalam keadaan terkunci dari dalam, setelah itu pintu didobrak, sempat kaget melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia diatas tempat tidur di ruang tamu dengan posisi kepala menghadap ke barat serta kedua kaki korban masih menggantung di tempat tidur,” terangnya.

Lebih lanjut Tri Sakti, petugas bersama Tim Unit Inafis mendatangi lokasi kejadian, usai olah TKP dan melakukan visum pada korban tidak diketemukan tanda-tanda adanya penganiayaan.

“Keterangan data dihimpun dari para saksi, korban setelah bercerai dengan istrinya sudah 2 tahun bertempat tinggal dirumah kakak perempuannya,” jelas Tri Sakti.

“Hampir satu minggu belakangan korban menderita sakit batuk-batuk. Bahkan melarang kakak perempuannya untuk masuk ke rumah dan dikunci dari dalam,” sambungnya.

Petugas dibantu perangkat desa dan warga mengevakuasi korban selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

“Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan bersedia membuat surat pernyataan,” tandas Kasubbag Humas Polres Tulungagung.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait