BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Dugaan Korupsi Dispora OKI Kejari Sita Stempel dari Berbagai Toko

×

Dugaan Korupsi Dispora OKI Kejari Sita Stempel dari Berbagai Toko

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar konferensi pers yang sempat mengguncang publik terkait dugaan korupsi besar di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten OKI.

Temu wartawan ini sendiri, disela hiruk pikuk perhelatan Karnaval Pemkab OKI dan hanya beberapa jam setelah Tim Penyidik Kejari OKI menggeledah kantor Dispora OKI, menindaklanjuti dugaan penyelewengan anggaran APBD tahun 2022 senilai Rp6,5 miliar, Selasa (20/8/2024).

Penggeledahan yang berlangsung sekitar satu jam itu mengungkap temuan yang mengejutkan dan mencurigakan: enam cap atau stempel yang diduga milik sejumlah toko, yang seharusnya tidak berada di kantor Dispora OKI, minamun ditemukan terselip di kantor Dispora.

Temuan ini memicu dugaan kuat adanya manipulasi laporan keuangan dengan menggunakan stempel-stempel tersebut untuk menciptakan laporan fiktif yang menutupi penyelewengan anggaran.

“Kami berhasil mengamankan dokumen-dokumen. Selain itu, didapati stempel-stempel milik toko Kami yakin cap-cap ini digunakan untuk memanipulasi laporan anggaran secara fiktif,” tegas Kasi Intel Kejari OKI, Alek Akbar SH MH, dalam pernyataannya yang tajam kepada media.

Namun, Alek Akbar memilih untuk tidak mengungkapkan nama-nama toko yang stempelnya ditemukan, dengan alasan penyidikan yang masih berjalan dan untuk menjaga integritas proses hukum.

Operasi penggeledahan ini dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus, Eko Nurlianto SH MH, yang bersama timnya memasuki beberapa ruangan di kantor Dispora, mengamankan tumpukan dokumen yang langsung dikemas dalam kotak kontainer untuk diperiksa secara intensif.

Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan, yang sebelumnya diumumkan oleh Kajari OKI, Hendri Hanafi SH MH, pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, 22 Juli 2024.

Hendri menegaskan bahwa pihaknya terus menggali keterangan dan bukti untuk memastikan ada tidaknya kerugian negara yang signifikan, serta bekerja sama dengan BPKP untuk menghitung potensi kerugian negara.

Meskipun penyidikan sudah meningkat intensitasnya, Kejari OKI masih menutup rapat informasi dugaan keterlibatan mantan Kadispora ataupun mengenai modus operandi yang diduga digunakan dalam kasus ini,

“Kami akan terus mengikuti setiap perkembangan dan memberikan informasi lebih lanjut sesuai hasil penyidikan yang kami peroleh,” tandasnya.