BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPOLITIK

Eks Direktur KPK Sebut ‘Gagap’ Dalam Komunikasi

×

Eks Direktur KPK Sebut ‘Gagap’ Dalam Komunikasi

Sebarkan artikel ini

* Pasca Viralnya Klip Video Ajakan Ngopi Bareng Pj Bupati Tulungagung

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pasca viralnya klip video ajakan ngopi bareng yang dilakukan oleh Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menjadi sorotan berbagai pihak. Sorotan tersebut salah satunya datang dari Sujanarko, yang pernah menjabat Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI). Dia menyebut orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Tulungagung berikut jajarannya ‘gagap’ dalam berkomunikasi.

Masih menurutnya, klip video Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, yang mengajak warga untuk datang dalam acara ngopi bareng di salah satu kafe wilayah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung Kota itu, terkesan kurangnya pemahaman dalam berkomunikasi publik.

“Karena metode seperti ini tidak lazim dilakukan oleh seorang Pj Bupati Tulungagung. Bahkan saya menilai orang nomor satu di Pemkab Tulungagung berikut dengan jajarannya itu ‘gagap’ dalam berkomunikasi,” tutur Sujanarko, melalui keterampilan resmi diterima media online nasional Mattanews.co, Sabtu (8/6/2024).

Pj Bupati dan timnya terkesan kurang mahir dalam berkomunikasi.

“Seharusnya undangan melalui media sosial seperti ini, tidak umum dilakukan oleh seorang Pj Bupati,” ungkapnya.

Dia menambahkan, undangan ajakan ngopi bareng seperti itu seharusnya diselenggarakan dalam acara perayaan atau pentas budaya, bukan sebagai ajang dialogis.

“Undangan umum ini biasanya dilakukan pada acara perayaan, pentas budaya dan lain-lain, karena sifatnya menghibur, bukan untuk dialog,” urainya.

Lebih lanjut, Sujanarko menjelaskan, dirinya menilai tindakan itu terkesan kurang tepat, mengingat beberapa fenomena belakangan ini yang memerlukan diskusi substansial dan peningkatan komitmen birokrasi.

“Jika memang undangan ini dimaksudkan untuk menanggapi fenomena akhir-akhir ini, seperti pertemuan dialog masyarakat dengan Sekda (Sekretaris daerah) atau demonstrasi yang terjadi karena miskomunikasi, rasanya sangat tidak tepat,” terangnya.

Dirinya berpendapat, justru Pj Bupati dan timnya seharusnya lebih serius dalam menindaklanjuti aspirasi publik dan lebih baik fokus pada hal-hal yang dapat memuaskan masyarakat, meningkatkan kinerja birokrasi daripada mengadakan pertemuan yang dianggap kurang substansial.

“Yang dibutuhkan adalah diskusi substansial, terutama terkait beberapa hal yang tidak memuaskan publik dan peningkatan komitmen birokrasi, bukan pertemuan dengan hiburan seperti ngopi yang tidak terukur, tidak fokus dan tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Menurut Sujanarko, sebenarnya Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno perlu lebih memahami, bagaimana komunikasi publik yang efektif harus dilakukan, terutama dengan adanya isu-isu penting seperti gerakan Aliansi Masyarakat Tulungagung (Almasta) dan yang lainnya.

“Komunikasi efektif harus segera dilakukan, mengingat sebentar lagi Pemilihan Kepala Daerah Tulungagung pada 27 November 2024, segera dilaksanakan sehingga sangat pentingnya menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah,” tandasnya.