MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU Timur, menggelar Diskusi Evaluasi Intervensi Penanganan dan Penurunan Destinasi Hasil Pengukuran serta Publikasi Stunting bersama unsur terkait, (16/12/2021).
Kegiatan ini dibuka oleh Bupati OKU Timur, Lanosin (Enos) dan dihadiri Ketua TP. PKK, Sheila Noberta serta Kepala Dinas Kesehatan, Zainal Abidin. Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Sumsel, Kabid Kesmas Dinkes OKU Timur, para Kepala OPD, Kepala Puskemas juga para Camat.
Bupati OKU Timur, Lansoin menerangkan, stunting merupakan masalah bersama dan penanganannya telah memasukkan pada RPJMD untuk diperkuat selaras dengan RPJMN.
“OKU Timur merupakan lumbung pangan nasional, mustahil akan ada stunting di daerah ini. Namun pada kenyataannya ada masyarakat yang memiliki predikat kekurangan gizi,” terangnya.
Dirinya berharap, sosialisasi ini mampu menekan penurunan stunting untuk mengetahui kendala apa yang menjadi penyebab stunting.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes OKU Timur, Elwana menyampaikan, digelarnya rapat ini merujuk pada Peraturan Bupati OKU Timur nomor 19 tahun 2019 tentang Pencanangan dan Komitmen dalam Penurunan Stunting. Diperkuat melalui SK Bupati Nomor 315 tahun 2020, tentang penunjukan desa sebagai lokasi fokus pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi 2021.
“Kegiatan ini untuk memastikan agar seluruhnya dapat diintervensi angka penurunan dan implementasi secara spesifik, maupun sensitif wilayah kecamatan khususnya di desa,” ujarnya.
Elwana juga mengatakan, kegiatan ini untuk memantau perkembangan program pemerintah agar melihat sejauh mana pencapaian dalam pelaksanaannya sehingga mengetahui efektivitas penurunannya.
“Kami sampaikan kepada Bupati bahwa di sekitar Oktober lalu kita masih berada pada angka 82,8%, diharapkan adanya kegiatan ini agar bisa mencapai angka 100% yang ditargetkan ahir tahun ini dapat terpenuhi,” katanya. (*)














