MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Bupati OKU Timur, Lanosin (Enos) menyambut baik kehadiran Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) OKU Timur dan Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- OKU Timur dalam rangka silaturahmi dan audiensi, di Ruang Audiensi Bupati, Senin (18/4/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Enos didampingi Asisten I dan III, Kepala Bappeda-Litbang, Kadishub, Kadisdagperin, Kaban Kesbangpol, Kadin Ketahanan Pangan, Kadisnakertrans, Kasat Pol PP, Kadin Pertanian dan Kasat intel Polres OKU Timur.
Perwakilan Forum BEM Sumsel, Ahmad Syamsul Munir mengatakan, audiensi itu dalam rangka tindak lanjut Aksi Damai 13 April lalu. Adapun tuntutan atau isu yang diangkat diantaranya perihal BBM, minyak goreng, kelangkaan pupuk, penerangan jalan, keamanan, masalah pangan seperti gabah, padi ataupun beras.
“Karena situasi dan kondisi, saat ini petani kebanyakan menjual hasil gabahnya ke pengepul di luar OKU Timur untuk mencari harga lebih tinggi. Tentu ini menjadi evaluasi pemerintah,” katanya.
Selanjutnya, Ketua PMII OKU Timur, M.Mahzun Habibi menyampaikan, beberapa hari lalu pihaknya melakukan aksi sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari masyarakat serta wujud kepedulian kami kepada rakyat.
“Kami berharap Bupati OKU Timur bisa hadir langsung dalam setiap kegiatan kemahasiswaan, atau organisasi mahasiswa tanpa diwakili,” ungkapnya.
Dalam arahan dan bimbingannya, Bupati Enos menyampaikan, semua isu nasional maupun isu-isu di kabupaten harus dipecahkan bersama. Seperti kelangkaan BBM, pihaknya telah bekerja sama dengan Polres untuk mengawal agat tidak terjadi penimbunan. Kemudian perihal Minyak goreng, presiden telah menyediakan minyak goreng bersubsidi untuk masyarakat yang masuk dalam DTKS.
“Kami juga telah memberikan contoh praktek pembuatan minyak goreng dari bahan baku kelapa, pemerintah dan kepala daerah selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, seperti di bidang pertanian dan ketahanan pangan berupa Program Food estate. Saat ini menncapai 15.000 Ha serta masih diupayakan agar program itu bertambah, kalau bisa mencapai 50.000.
“Kemudian yang menjadi masalah juga, tidak semua petani masuk ke dalam kelompok tadi. Sementara subsidi dan bantuan dari pemerintah itu mengalir ke petani melalui kepompok tani,” bebernya.
Terakhir, Enos berharap kerja sama dalam pemberian beasiswa dengan perguruan tinggi ataupun sekolah bisa dilaksanakan. “Ini sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) OKU Timur,” tutupnya. (*)














