MATTANEWS.CO, BATURAJA – Erick Thohir menekankan fungsi Rumah BUMN tidak hanya menjadi sarana pelatihan UMKM namun juga sebagai pusat kegiatan UMKM dan Millenial. Sehingga Rumah BUMN bisa menciptakan ekosistem pasar yang saling menguntungkan baik pasar maupun UMKM.
Dalam kunjungannya, Staf Khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Rumah BUMN harus menjadi sarana yang dapat diandalkan oleh UMKM untuk mengembangkan usahanya. “Jadi di Rumah BUMN nanti UMKM kalau mau roasting coffee bisa bayar tapi dengan harga setengahnya. Pasti menguntungkan UMKM dan akan membantu mereka untuk menurunkan biaya produksi dan menaikan keuntungan” jelas Arya.
Lebih lanjut Arya berharap Rumah BUMN menjadi pusat kegiatan UMKM yang menyentuh kegiatan produksi UMKM. “Kalau di Rumah BUMN ini ada kegiatan produksinya, semua UMKM pasti akan datang kesini, harga produksi juga bisa kita tekan sehingga keuntungan lebih banyak” ujar Arya.
Salah satu pelaku UMKM di Rumah BUMN Baturaja, Yanti merasakan pandemi sangat mempengaruhi penjualan kain handmade yang ia produksi. “Saya terus produksi tapi penjualan agak susah. Tapi sekarang lumayan saya sudah berjualan online hasil dari pelatihan Rumah BUMN. Sebulan bisa terjual 4 lembar kain” jelas Yanti.
Yanti merupakan pengrajin kain handmade yang berasal dari tanaman dengan bahan alami. Selama bergabung di Rumah BUMN, Yanti berhasil menjual produknya ke seluruh Indonesia. Saya berharap handmade ini bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat lewat kampanye bersama. Terutama untuk masyarakat Baturaja” jelas Yanti.
Hingga saat ini Rumah BUMN Baturaja dibawah kelola Semen Baturaja mengelola lebih dari 800 UMKM yang berada di wilayah Baturaja. Dengan jumlah UMKM tersebut, hampir 100% UMKM telah Go Digital.














