BERITA TERKINI

Filosofi Tebu Disebut pada Peresmian Musala Al-Ikhlas DPRD Tulungagung, Ada Apa? 

×

Filosofi Tebu Disebut pada Peresmian Musala Al-Ikhlas DPRD Tulungagung, Ada Apa? 

Sebarkan artikel ini
Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., memberikan potongan nasi tumpeng kepada Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos., disaksikan Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., (baju hitam), Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf Yoki Malinton Kurniafari, Kamis (30/12) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung Marsono, S.Sos, membeberkan filosofi tebu dalam peresmian musala, di halaman sebelah utara gedung DPRD setempat.

Peresmian Musala Al-Ikhlas dilakukan oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Wakil Pimpinan DPRD setempat, Kamis (30/12/2021).

“Jadi begini, Musala Al-Ikhlas barusan diresmikan Pak Bupati Maryoto, semoga bermanfaat untuk umat muslim dalam menunaikan salat wajib,” kata Marsono didampingi Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bersama Wakil Bupati H.Gatut Sunu Wibowo, S.E.

Ia menambahkan, Musala Al-Ikhlas ini bisa menampung 50 jamaah, kalau pandemi Covid-19 sudah berakhir.

“Masih pandemi begini, pasti kurang dari itu, makanya nanti bersama rekan insan media mari salat berjamaah disini,” tambah Politikus PDI Perjuangan itu.

Disinggung soal anggaran pembangunan Musala ini, Marsono menjawab secara lugas dan tegas.

“Anggaran tidak sempat menghitung, kalau masih kurang kita minta Pak Bupati,” tambah Dia.

Adapun nama Musala Al-Ikhlas, lebih lanjut Legislator Dapil V PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung itu menjelaskan, merupakan sebuah spirit, ikhlas itu merupakan kewajiban bukan beban.

Filosofi tebu, merupakan tanaman yang melambangkan kehidupan. Semakin panjang batang tebu itu, maka umur kehidupan juga kian panjang. Demikian dengan ruas setiap batang tebu. Semakin banyak ruasnya, maka dipercaya makin banyak membawa rezeki.

“Nama Al-Ikhlas kita hidup cuma sademo, nglakoni. Nuansa melakukan dengan ikhlas baik itu kerja, bermitra dengan Pak Bupati, berpikir kerakyatan semua harus didasari ikhlas. Ketika semua spirit itu ikhlas, tidak ada keluh kesah sebuah pekerjaan,” terangnya.

“Iya benar, dengan filosofi tebu mempunyai makna memberikan tanda mempunyai manfaat kepada generasi berikutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M, mengharapkan Musala ini memberikan pelayanan kemudahan kepada umat muslim, untuk menunaikan ibadah salat wajib, misalnya saat ada hearing lagi jam salat musala sudah ada.

“Iya benar, bermanfaat untuk umat muslim dalam salat wajib, apalagi disaat ada kunjungan dari kabupaten lain maupun ada hearing lagi jam salat sudah ada,” harapnya.

Pantauan mattanews.co peresmian Musala Al-Ikhlas ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, S.E, selanjutnya potongan tumpeng diberikan Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos.

Acara tersebut dihadiri Jajaran Forkopimda hadir Dandim 0807 Tulungagung Letkol Inf Yoki Malinton Kurniafari, Kapolres Tulungagung diwakilkan, Kejaksaan Negeri diwakilkan, Wakil Pimpinan DPRD Tulungagung, beberapa Anggota DPRD, dan tamu undangan lainnya.