MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih kembali ditegaskan Gubernur Herman Deru saat meninjau operasional PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM), Sabtu (28/2/2026).
Kunjungan ini menjadi respons atas berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas dan distribusi air bersih, sekaligus penegasan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama.
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan pelanggan, tetapi juga menjaga kualitas layanan.
“Animo masyarakat memang tinggi terhadap layanan air bersih. Tapi jangan sampai penambahan sambungan baru dipaksakan jika justru mengganggu kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepuasan masyarakat adalah indikator utama keberhasilan layanan.
“Pelayanan kepada masyarakat itu yang paling utama. Kalau masyarakat sudah terlayani dengan baik, itu sudah menjadi capaian yang sangat penting,” tegasnya.
Terkait keluhan air keruh, Herman Deru menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh proses penggantian pipa distribusi serta gangguan listrik.
“Air keruh itu terjadi karena ada perbaikan jaringan pipa dan sempat ada gangguan listrik. Tapi sekarang sudah kita pastikan berangsur normal,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya mitigasi terhadap gangguan operasional ke depan.
“Jangan sampai kejadian serupa terulang. Harus ada langkah antisipasi, termasuk memastikan cadangan listrik selalu siap,” katanya.
Menurutnya, langkah PT TSM yang telah bekerja sama dengan PLN serta menyiapkan genset sebagai backup merupakan langkah yang tepat.
“Itu sudah baik. Artinya ada kesiapan menghadapi kondisi darurat, sehingga pelayanan tidak terganggu,” ujarnya.
Selain itu, Herman Deru juga menyoroti keluhan warga di kawasan Tanjung Barangan yang mengalami gangguan aliran air.
“Saya minta ini jadi perhatian serius. Jangan ada wilayah yang terus-menerus mengalami gangguan tanpa solusi,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa orientasi pelayanan harus mengedepankan kepentingan masyarakat dibanding target bisnis.
“Jangan memaksakan mengejar omzet kalau ujungnya masyarakat dirugikan. Lebih baik pelayanan stabil dan berkualitas,” tegasnya.
“Minimal tidak merugikan masyarakat itu sudah baik. Tapi kalau bisa, tentu harus memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau langsung proses pengolahan air dari hulu hingga hilir.
“Saya ingin memastikan langsung, mulai dari air baku sampai menjadi air siap konsumsi, semuanya memenuhi standar kesehatan,” ungkapnya.
Ia berharap kunjungan ini menjadi momentum evaluasi bagi PT TSM untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan haknya atas air bersih yang layak. Ini kebutuhan dasar yang harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya,” pungkasnya.














