MATTANEWS.CO, CIAMIS – Di masa pandemi Covid-19 yang hampir 2 tahun ini, berbagai sektor seperti insfratruktur pembangunan dan ekonomi lumpuh. Tetapi tidak demikian di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar).
Seperti apa yang diterangkan Camat Cidolog, Otong Bustomi mengatakan saat ini di Cidolog fokus terhadap potensi wisata, yaitu program pemulihan ekonomi nasional sekaligus pengendalian Covid-19.
“Kelihatannya sektor pertanian dan UMKM masih bisa bertahan,” ujar Otong, kepada Mattanews.co, Jumat (11/6/2021).
Dia melanjutkan, bahwa di Cidolog memiliki potensi pertanian yang sangat luar biasa, yaitu di bidang pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan.
Di bidang pertanian pangan, kata dia, meningkatkan produk beras, dengan tujuan agar ketahanan masyarakat jadi lebih kuat. Maka ditingkatkan produksi padinya.
“Dengan perbaikan irigasi yang kita lakukan, sawah-sawah yang awalnya ditanami padi satu kali dalam setahun, sekarang bisa ditanami 3 kali pertahun dengan adanya dam-dam sederhana,” paparnya.
Di bidang perkebunan Hotetanum Agricultura, lahan-lahan tidur dimanfaatkan menjadi tanaman buah-buahan, seperti tanaman pepaya Kalifornia yang luasnya 70 hektare dan masyarakat setiap minggu bisa panen pepaya.
Selain itu, lanjut Otong, ada tanaman jeruk, yang sudah dipanen. Ada 1300 pohon, sementara yang masih dalam pertumbuhan ada 1300 pohon dengan lokasi yang berbeda.
Ada pula pohon jambu kristal yang satu tahun sudah belajar berbuah dan jambu lilin masih dalam proses pertumbuhan.
“Bidang tanaman perkebunan rempah, kita punya tanaman jahe merah yang ditanam di polibag, ada 15000 pohon dan sebentar lagi akan panen. Kemudian ada pohon porang dengan luas tanaman 30 hektare, namun untuk porang saat ini masih dalam massa benih,” katanya.
Peternakan di Cidolog ada peternakan ayam petelur, yang memiliki perusahaan dengan produksi perkiraan ada sekitar 200 ribu ekor. Dengan pendapatan telur perhari mencapai 10 ton, sedangkan kebutuhan lokal perhari hanya 5 kwintal.
“Jadi pemasaran telur tidak hanya di Cidolog, namun dikirim ke luar daerah seperti ke Banjar, Pangandaran, Bandung dan tasikmalaya,” jelasnya.
Ditambah bidang UMKM, Cidolog terkenal dengan Home Industri. Contohnya, Sotong dan Tahu Bulat. Kalau Sotong bahan bakunya dibuat di Cidolog, tetapi kalau Tahu Bulat bahan bakunya yaitu setengah jadi dari Cihaur.
“Untuk jumlah pengrajin sotong dan tahu bulat di Cidolog ada 22 orang dengan serapan tenaga kerja paling sedikit 35 orang dan paling banyak 60 orang, jadi total tenaga kerja yang bergerak di bidang Home Industri kurang lebih 1500 orang,” paparnya.
Di saat pemerintah melarang orang berkeliaran dan harus stay at home, justru penduduk Cidolog memanfaatkan momentum tersebut untuk menggali potensi.
Stay at Home itu mereka diam di pabrik, mengolah sotong sehingga tidak kemana-mana. Dan nilai positifnya mereka mendapatkan penghasilan di saat pandemi.
“Alhamdulilah situasi pandemi, Cidolog sampai saat ini masuk zona aman, tidak ada kasus terinfeksi virus sampai hari ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, hambatan dalam pengembangan Insfratruktur, masih ada jalan-jalan Desa yang belum mulus, karena pandemi anggaran pembangunan terbatas.
“Semoga tahun depan jalan di Cidolog tidak ada jalan yang rusak, sehingga arus transportasi, kunjungan wisata dan arus distribusi barang dan jasa bisa lancar,” harapnya.
Saat ini, Katanya lagi, kegiatan pembangunan fokus kepada pemulihan ekonomi di masyarakat saat Pandemi Covid-19.
“Apa yang bisa kita menghasilkan ekonomi, kita garap. Yang penting saya punya harapan masyarakat tidak ada yang kelaparan,” tandasnya.














