MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pergelaran Fun Match Gubernur Cup yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD dinas di Sumsel dinilai tidak fair oleh pelatih Pelatih Sepak Bola Dinas Koperasi UMKM Qusoi, SH.
Qusoi menilai banyak dugaan aturan yang tidak ‘fun’ karena membatasi OPD di dalam pemain karena tidak masuk kriteria dari panitia untuk bertanding pada ajang silaturahmi itu.
Dia beranggapan bahwa aturan Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora seharusnya lebih melenturkan aturan soal batasan usia yang boleh bermain dalam laga bola tersebut.
“Harusnya Dispora itu melenturkan aturan contoh Dinas koperasi banyak juga pegawai muda, cuma tidak mencukupi 2 tahun SK honor” ujarnya, Jumat (9/6/2023).
Apalagi, setelah bertanding dengan tim Siti Fatimah, ia menyayangkan tim yang ia latih dengan notabene pemain yang sudah berusia 40 tahun ke atas bahkan ada yang sebentar lagi pensiun harus melawan tim yang rata-rata di bawah umur 40 tahun.
“Meski kami kalah dalam pertandingan itu, tapi kami merasa bangga, kami tetap bertahan sampai selesai pertandingan,” tegasnya.
Qusoi juga beranggapan bahwa Fun Match ini sedikit aneh, karena adanya deposit untuk pelanggaran. Tapi secara logika kita yang hadir dalam kegiatan itu adalah ASN, mereka tidak mungkin untuk mencederai teman sendiri.
“Setiap tim harus deposit satu juta, dengan alasan apabila kita membuat pelanggaran, jadi mindset kami panitia ini seperti mencari duit, kita itu kan engga mungkin mencederai pemain lain, apalagi kita ini satu korp ASN ini hanya hiburan,” ujarnya.
Qusoi berharap kejadian kejadian seperti ini cukup sekali, karena dia akan boikot apabila terjadi di tahun depan.
“Tidak ada sangsi untuk OPD yang tidak ikut berarti kami tahun depan tidak usah ikut kalau aturannya masih seperti ini” tambahnya














