MATTANEWS.CO, OKI – Tiga petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung menerima penghargaan nasional Anugraha Wira Wibawa Dharmesti Pratama dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, loyalitas, serta keberanian mereka menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam lingkungan Lapas.
Mereka adalah Muhammad Yusuf Pamungkas yang menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), bersama dua anggota pengamanan, Muhammad Ardiansyah dan Gusman Ferdiansyah. Ketiganya dinilai menunjukkan kesigapan dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tapi juga pengingat bahwa tugas pengamanan di Lapas bukan pekerjaan yang ringan. Petugas kami setiap hari berhadapan dengan risiko tinggi, termasuk potensi peredaran narkoba,” ujar Kepala Lapas Kayuagung, Saikoni Rabu (5/11).
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan komitmen jajarannya untuk terus menjaga marwah institusi Pemasyarakatan di tengah meningkatnya ancaman penyelundupan barang terlarang di dalam Lapas. Ia berharap, penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat seluruh petugas untuk terus memperkuat sistem keamanan dan pembinaan warga binaan.
Menurut Saikono, penghargaan Anugraha Wira Wibawa Dharmesti Pratama merupakan bentuk pengakuan bagi insan Pemasyarakatan yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam menjaga profesionalitas dan integritas.
Di sisi lain, pencapaian ini juga menegaskan bahwa di tengah sorotan publik terhadap praktik penyalahgunaan wewenang di sejumlah lembaga pemasyarakatan, masih banyak petugas yang bekerja dengan dedikasi dan keberanian.
Dengan diraihnya penghargaan tersebut, sambung Saikono Lapas Kayuagung berkomitmen melanjutkan pembenahan internal sesuai dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan, pembinaan, dan keamanan berbasis integritas.
“Ini bukti bahwa kerja sunyi petugas lapas juga layak mendapat sorotan positif,” tandasnya.














