MATTANEW.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, memberikan tanggapan tegas terkait kelangkaan dan melonjaknya harga Gas Elpiji 3 kilogram yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat. Terutama di wilayah Putussibau, ibukota kabupaten Kapuas Hulu.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah lebih awal menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak Pertamina, bahkan sebelum perayaan Hari Raya Natal.
Bupati yang akrab disapa Bang Sis ini menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram maupun bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terjadi di Kapuas Hulu, tetapi hampir merata di sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
Krisis-gas-elpiji-3-kg-melanda-kapuas-hulu
Oleh karena itu, pemerintah daerah telah mengantisipasi dengan menyampaikan laporan dan koordinasi sejak dini kepada pihak terkait agar distribusi dapat berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Lebih lanjut, Fransiskus Diaan menyayangkan apabila terdapat oknum pangkalan maupun agen yang diduga sengaja menumpuk Gas Elpiji 3 kilogram untuk mencari keuntungan pribadi di tengah kesulitan masyarakat.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas apabila ditemukan praktik-praktik curang tersebut.
Menurutnya, tindakan seperti itu sangat merugikan dan tidak berperikemanusiaan karena memanfaatkan kondisi sulit yang dialami masyarakat kecil.
“Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengambil kesempatan di tengah kesusahan warga. Jika ada oknum pangkalan atau agen yang nakal, saya harap bisa ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, kata Bupati, akan terus melakukan koordinasi dengan Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan distribusi Gas Elpiji 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. (*)














