MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pembangunan gedung baru Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, memasuki tahap akhir. Proyek yang menghabiskan anggaran negara hingga Rp 42,4 miliar itu ditargetkan rampung pada penghujung 2026.
Pembangunan gedung tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dikerjakan secara bertahap sejak 2024.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kapuas Hulu, Uray Aliandri, mengatakan pembangunan tahap awal dimulai pada 2024 dengan anggaran sebesar Rp23,4 miliar.
Namun, proyek tersebut tidak berjalan mulus. Pada 2025, pembangunan sempat terhenti lantaran belum tersedianya anggaran lanjutan dari pemerintah pusat.
“Tahun 2025 pembangunan sempat terhenti karena tidak ada anggaran dari pusat, tapi tahun ini lanjut lagi untuk tahap finishing dengan dana Rp19 miliar,” ujar Uray Aliandri di Putussibau, Jumat (2/10/2026).
Menurut Uray, anggaran tambahan sebesar Rp 19 miliar pada 2026 dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan hingga tahap penyelesaian akhir.
Dengan tambahan tersebut, total anggaran pembangunan gedung baru Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kapuas Hulu mencapai sekitar Rp 42,4 miliar.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada sejumlah bagian akhir bangunan. Tahap finishing menjadi bagian penting sebelum gedung dapat digunakan untuk aktivitas pelayanan keimigrasian.
Uray mengatakan pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir 2026. Namun, target tersebut tetap bergantung pada kelancaran proses pengerjaan di lapangan.
“Targetnya selesai tahun ini. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam proses pengerjaannya,” katanya.
Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, Kantor Imigrasi Kelas III TPI Kapuas Hulu direncanakan mulai menempati gedung baru pada 2027.
“Tahun ini selesai, jika tidak ada kendala tahun 2027 kami sudah berkantor di gedung yang baru,” ujarnya.
Uray menambahkan gedung baru tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan fasilitas yang lebih memadai bagi pelaksanaan pelayanan keimigrasian, khususnya kepada masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu dan wilayah sekitarnya.
“Dengan nilai pembangunan mencapai puluhan miliar rupiah, penyelesaian proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, “pungkasnya mengakhiri. (*)














