BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Geger, Lansia di Palembang Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Membusuk

×

Geger, Lansia di Palembang Ditemukan Tewas Dalam Kondisi Membusuk

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Warga dihebohkan dengan penemuan mayat yang diketahui berada di dalam kamar rumah, dengan posisi terlentang, kondisi tubuh sudah membusuk, di Jalan Kebun Bunga, Kelurahan Kebun Bunga, Sukarame, Palembang, Kamis (23/10/2025).

Diketahui, korban bernama Tomi Pohan Al Alay (56) warga Jalan Kebun Bunga Komplek Pondok Mekarsari Blok A4 RT 39 RW 13 Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang.

Kejadian diketahui warga saat mengintip rumah yang berada si lokasi, Kamis 23 Oktober 2025, pukul 08.12 WIB.

“Berdasarkan info dari warga terkait adanya penemuan mayat, pihak kita langsung lakukan pengecekan di lokasi, ternyata benar ada mayat, diintip dari jendela, rumah masih terkunci dari dalam dan lampu dibagian luar masih hidup, kita bersama-sama warga membuka jendela untuk masuk,” ungkap Kapolsek Sukarame Palembang, Kompol Alex Andriyan.

Alex menjelaskan, menindaklanjuti kejadian tersebut, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang dilakukan pemeriksaan.

“Untuk saat ini masih didalami, namun tanda-tanda kekerasan masih nihil. Kita akan terus dalami lagi, lalu untuk barang-barang korban masih ada seperti motor, handphone, maupun dompet semuanya masih lengkap,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 39 Subroto mengatakan, korban sudah beberapa hari terakhir sudah tidak terlihat melakukan aktivitas seperti biasa. Karena curiga, warga melaporkan hal itu kepadanya dan mengecek bersama dengan membuka jendela rumah korban.

“Terakhir terlihat hari Senin oleh warga ya seperti biasa, kerja jam setengah 2 siang pulangnya sudah malam. Tidak pernah kelihatan lagi sejak hari Senin,” ujar Subroto saat di lokasi.

Korban tinggal seorang diri dan terpaksa terpisah rumah dari anak istrinya karena himpitan ekonomi. Selama tinggal sekitar 4 tahun di sana, almarhum berhubungan baik dengan tetangga.

“Orangnya tidak kasar. Sebenarnya kami simpati dengan almarhum ini karena kondisi ekonomi, terpaksa jauh dari istri dan anaknya yang tinggal di Muara Bungo, Jambi. Kalau dia seorang diri tinggal disini cari uang untuk keluarganya,” katanya.