MATTANEWS.CO, FAKFAK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Papua Barat Amin Ngabalin, SP, menggelar kegiatan reses ke 2 dan tatap muka bersama Dewan Guru dan siswa SMA YPPPK Fakfak. Kegiatan berlangsung di ruang kelas SMA YPPPK, Kamis (6/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Amin Ngabalin memberikan motivasi belajar kepada siswa sekaligus menampung aspirasi terkait kebutuhan sarana prasarana sekolah yang menjdi kebutuhan sekolah.
Di hadapan siswa, Amin Ngabalin, menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan menjaga akhlak sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya saat ini fasiktas sekolah hampir semuanya telah disiapkan.
Ia mencontohkan perjalanannya dari sejak masa sekolah di Fakfak yang saat itu fasilitas seolah tidak seperti saat ini, namun dengan niat dan kerja kerasnya hingga Ia bisa menjadi anggota DPRD Propinsi Papua Barat.
“Anak Fakfak harus bisa jadi apa saja. Kuncinya, terus belajar, hormat guru dan orang tua, serta jangan terlibat dengan hal hal yang negatif. Sekolah bukan hanya soal nilai. Tapi soal kemauan dan pembentukan karakter. Stop dengan piiran pacaran dan kawin.” tegasnya.
Amin Ngabalin juga menyampaikan, pemerintah Propinsi Papua Barat saat ini mempunyai program beasiaswa bagi anak OAP seperti program Papua Cardas sehinga anak-anak tidak perlu memikirkan beban biaya pendikan.
Siap perjuangkan bantuan untuk sekolah

Dalam sesi diskusi, Dewan guru menyampaikan beberapa kebutuhan mendesak seperti rehab ruang guru, kamar mandi dan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu. Menanggapi itu, Amin Ngabalin menyatakan siap memperjuangkan aspirasi tersebut ke Propinsi.
“Semua Saya catat, bangun kamar mandi, rehab gedung sekolah, bangun pagar, ruang guru, ruang UKS dan pemasangan AC pada ruangan.” ungkapnya.
Selin itu, Amin Ngabalin juga menyampaikan untuk membantu seragam sekolah bagi siswa serta Leptop bagi sekolah.
Diketahui Amin Ngabalin juga merupakan salah satu alumni dari SMA YPPPK Fakfak, tentunya dengan kehadiran langsung menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi sekolah.
Diakhir pertemuan tersebut, ditutup degan foto bersama dan ungkapan yang dapat memotivasikan siswa, “Benturan dalam hidup adalah motivasi bagi kita,”.















