MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Sedikitnya sepuluh orang dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Sabtu (10/2/2024) Malam.
Hal itu dipicu rasa kekecewaan agenda hearing yang dijadwalkan pada Sabtu, 10 Februari 2024 pukul 19.00, bertempat di lantai 2 Ruang Graha Wicaksana DPRD Kabupaten Tulungagung, tiba-tiba dibatalkan.
Zuli Purwanto, Koordinator AMPUH Tulungagung mengatakan dirinya mengaku kecewa atas pembatalan agenda hearing yang sudah dijanjikan DPRD Kabupaten Tulungagung.
Bahkan, sambungnya, ia pun juga menuding wakil rakyat terhormat bukannya mendengarkan aspirasi masyarakat, justru berpikir untuk kepentingan pribadi.
“Kami sangat kecewa atas pembatalan agenda hearing malam ini, Sabtu (10/2/2024). Begini, sebenarnya mereka sendiri yang menyepakati dilaksanakan hearing, tapi kenyataannya secara tiba-tiba dibatalkan DPRD Tulungagung,” tuturnya.
“Mereka jadwalkan ulang bahwa hearing dilaksanakan pada Rabu, 21 Februari 2024 pukul 13.00 WIB di Ruang Graha Wicaksana DPRD Tulungagung,” tambah Zuli, seperti surat yang diterimanya.
Dirinya menambahkan, batalnya agenda hearing ini, karena beralasan sudah mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024.
“Untuk itu kami bersama rekan-rekan AMPUH datang ke gedung wakil rakyat ini untuk menyuarakan aksi kekecewaan terhadap DPRD Tulungagung bersama Sekwan dan menuding mereka itu pengecut dan tidak berani menghadapi kami dengan alasan Pemilu,” tandasnya.
“Kami ini dianggap apa coba, kami datang diberikan nasi kotak dan snack dan sampaikan surat bahwa agenda hearing itu batal. Kami menuding pembatalan hearing ini merupakan skenario dari mereka (DPRD). Mereka sendiri yang berjanji, dan mereka juga yang membatalkan, sungguh ironis,” ujarnya.
Tempat sama, Susetyo Nugroho perwakilan dari Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli, menyampaikan rasa kekecewaan yang lebih menohok lagi. Ia pun bersama rekan-rekan lainnya tidak bisa menyembunyikan rasa kekesalan atas pembatalan hearing.
“Ternyata dewan kita ini sangat pengecut dan tidak cerdas sama sekali, mereka itu membatalkan agenda hearing berdalih Pemilu padahal keputusan undangan itu dilayangkan sudah 3 hari yang lalu,” ungkap Mbah Yoyok lebih akrab disapa dengan intonasi sangat kecewa itu.
“Apakah mereka tidak berpikir seperti itu kok baru pada hari ini mereka berpikir seperti itu ? Bahwa seolah-olah mereka repot. Saya menuding hal ini merupakan skenario untuk mempermainkan AMPUH, maka ini sebagai momentum penting untuk rekan semua dan masyarakat, karena masa bakti mereka masih panjang berarti selanjutnya setelah Pemilu nanti, kami akan mempelototi kinerja dewan salah satunya pokir, menurutnya pokir dari dewan disinyalir bermasalah,” sambungnya.
“Ini pesan kami kepada dewan dan ajakan kami kepada masyarakat untuk mengawal program-program dari dewan tahun 2024 yang disinyalir penyimpangan sangat jelas. Sekali lagi saya bersama rekan-rekan sangat kecewa. Kami menuding wakil rakyat terhormat terlalu cerdas telah mempermainkan kami (AMPUH),” katanya menambahkan.
Hal berbeda disuarakan oleh Totok perwakilan dari LSM Cakra, bahwasanya ia justru mempertanyakan sebenarnya kepanjangan dari DPRD itu Dewan Penipu Rakyat Daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ?
Mudah-mudahan, jelas dia, wakil rakyat terhormat itu mendengar dan beliau-beliau bisa menjawab.
“Kami serukan kepada masyarakat di Kabupaten Tulungagung bahwa dalam Pemilihan Legislatif nanti agar cerdas memilih, jangan sampai memilih wakil rakyat yang tidak memperhatikan yang diwakili, buktinya malam ini agenda hearing dibatalkan,” ujarnya.














