[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Tujuh bulan bersembunyi di Tanjung Batu, Ogan Ilir, akhirnya Akbariansyah alias Akbar (20) berhasil ditangkap anggota Tekab 134 dan Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang pimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing. Warga Jalan Kemas Rindo RT 28 Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati ini mengaku ketagihan judi ‘slot’ hingga terpaksa memerani aksi penjambretan di dua lokasi berbeda Kota Palembang, Kamis (25/3/2021).
Tersangka ini menyusul temannya, Irsep yang lebih dulu ditangkap, karena menjambret tas mahasiswi, saat melintas di depan air mancur Masjid Agung Palembang, pada bulan Nopember 2020 lalu. Selain itu, menjambret tas milik Weny Lestari, ketika berada di parkiran depan RSUD Bari, Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.
Tersangka sendiri diringkus petugas saat berada di SPBU Jakabaring Palembang. Apes, tersangka yang mencoba kabur saat akan dibawa ke Polrestabes Palembang, terpaksa dilumpuhkan dengan butiran timah panas.
“Tersangka ini terpaksa kita berikan tindakan tegas terukur, karena mencoba melakukan perlawanan saat akan ditangkap,” ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kanit Pidum, AKP Robert Perdamaian Sihombing.
AKP Robert mengatakan, dalam aksinya tersangka bersama temannya, Irsep ini terbilang cukup sadis.
“Mereka ini tidak segan-segan melukai korbannya. Tercatat dua laporan yang diakuinya. Kini kami masih kembangkan lagi kasusnya,” ungkap AKP Robert.
Kepada petugas, tersangka mengaku sudah menjambret hanphone milik mahasiswi saat melintas di depan air mancur Masjid Agung Palembang, pada bulan Nopember 2020 lalu. Selain itu, menjambret tas IRT ketika berada di Jalan Gubernur HA Bastari Jakabaring Palembang.
“Saya melakukan jambret bersama Irsep, menggunakan sepeda motor Irsep. Saya berperan sebagai joki, sementara Irsep narik handphone atau tas korban. Kemudian, hasilnya kami bagi rata dan uangnya untuk judi slot,” ungkap tersangka sembari merintih kesakitan karena luka tembak dikedua kakinya.














