BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

GM PLN WS2JB Dukung Program Pemerintah Melalui Pembentukan Komunitas Sepeda Listrik

×

GM PLN WS2JB Dukung Program Pemerintah Melalui Pembentukan Komunitas Sepeda Listrik

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS. CO, PALEMBANG – Dalam mempercepat program pemerintah pusat dimana tertuang dalam Perpres No 55 tahun 2019 tentang pemanfaatan tenaga listrik dalam transportasi dan sarana hidup sehari-hari, maka PLN WS2JB menjemput bola percepatan pelaksanaan program tersebut.

PLN WS2JB membuat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di kawasan pondok posantren Allah Islah. Sebab ada sedikitnya 1000 masyarakat memakai sepeda listrik. Serta sedikitnya ada 70 orang santriwan dan santriwati memakai sepeda listrik di lingkungan Ponpes tersebut, Senin (15/08/2022)

General Manager PLN WS2JB Saleh Siswanto mengungkapkan, kegiatan yang pihaknya lakukan hari ini sangat penting untuk mengenalkan dan membangun edukasi masyarakat. Sebab listrik merupakan energi yang sangat penting. Antusias para santriwan dan santriwan sangat baik. Penggunaan energi baru bagi masyarakat melalui sepeda listrik ini perlu dibangun semua pihak.

“PLN sendiri sangat mendukung program pemerintah melalui Perpres dalam percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, no 55 tahun 2019, melalui program pemanfaatan motor listrik ini,”, jelas dia.

Laniut dia, hak itu sejalan dan seiring dengan semangat pemerintah, khusus bagi wilayah di Sumsel Jambi dan Bengkulu. Sebab Sumatera akan membaurkan kegiatan ke kanca Nasional bahkan Internasional. Sebab Indonesia menjadi tuan rumah G20. Dimana semua negara akan berkumpul di Bali dalam kegiatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan dsn itu salah satu yang sudah diterapkan di Bali. Dimana semua pemerintahan menggunakan kendaraan listrik di Bali, semua kendaraan apapun.

“Kami dari PLN membuat komunitas pemakaian kendaraan listrik. Tanpa di support langsung, masyarakat sudah dengan sendirinya memakai kendaraan listrik,” ucap dia.

Dijelaskannya, residen kendaraan motor listrik ini tidak lagi berpatokan pada bahan bakar impor. Dimana bahan bakar minyak saat ini sudah sangat langkah dan harganya sangat mahal. Sekarang ini di Indonesia merupakan importir bahan bakar bensin solat dan gas.

Sedangkan listrik bersumber dari pengolahan energi batubara dan 100% bahanya dari dalam negeri. Pada tahun 2060 nanti masih di pakai bahan bakar dari batubara. Dimana beban biaya negara dapat dikurangi dengan bahan bakar batubara ini.

“Kami sudah kompersi untuk motor dan mobil memakai bahan bakar listrik lebih hemat 3 kali lipat dibandingkan dengan memakai bahan bakar cair baik bensin maupun solar,” jelas dia.

Sementara itu, Manager UP3 Ogan Ilir (OI), Sanggam mengatakan rasa terima kasihnya kepada masyarakat. Melalui adanya ekosistem sepeda listrik di Tulung Salapan, menjadi PR tersendiri untuk memberikan pelayanan menjadi lebih baik. Sebab antusias masyarakat di wilayah ini sangat baik juga.

Diketahui, ada sebanyak 23 Desa di Tulung Salapan, banyak antusias masyarakat dan anak-anak untuk memakai sepeda listrik. Menurut data, ada 70 anak menggunakan sepeda listrik dari 300 siswa yang ada di pesantren itu.

“Maka kami membangun Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di dalam Ponpes ini. Hal itulah yang akan mendorong kami untuk lebih baik lagi. Saat ini projek pertama adalah pembuatan area parkir. Semoga semakin kedepannya kami dapat berbuat lebih banyak bagi masyarakat luas,” harap dia.

Selain itu, direktur Ponpes Al-Islah Aan Kusnaedi mengatakan, sangat senang sekali di kunjungi oleh pejabat PLN. Pada hari ini berkumpul pada acara peresmian Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), setelah kegiatan ini diharapkan PLN dapat membuat kegiatan lainnya. Ia yakin pemakaian sepeda listrik di daerah ini semakin banyak lagi.

“Kami mendukung semua program PLN. Saya yakin pemakaian sepeda listrik ini akan semakin banyak,” jelas dia.

Hal senada juga disampaikan oleh
Camat Tulung Salapan M Saleh SSos mengatakan, di Tulung Selatan ini kebanyakan warganya bertenak walet dan tambak udang. Wilayah dilingkungan ini sekitar 13ribu m3. Dimana 70 % wilayah daerah ini ada didarat. GM dari PLN bisa masuk ke daerah ini untuk mendukung kemajuan di daerah ini.

“Kami dari Kecamatan sangat mendukung untuk membuat komunitas sepeda listrik,” kata dia.