MATTANEWS.CO, KARAWANG – Tidak terima istri oknum Jaksa berinisial TS, diduga sering digodain oleh beberapa orang oknum guru di SMAN 5 Karawang berbuntut perkelahian.
Menurut informasi, TS sudah lama pindah tugas dari Kejaksaan Karawang.Pada Jumat (23/9/2022) TS sengaja datang dari luar kota mencari salah seorang guru berinisial AJ.
Hal tersebut dibenarkan oleh security sekolah berinisal S bahwa kedatangan TS mau ketemu dengan AJ. Tetapi karena AJ tidak ada ditempat, lalu kemudian TS menyuruh security mencari guru lainnya berinisial JJ. “Setelah beberapa menit TS tak kunjung datang karena sedang mengajar dilantai dua, akhirnya TS didampingi security menemui JJ, dan ketemu di depan ruang sapras lantai 2,” ujar security saat dihubungi, Senin (26/09/2022).
Setelah beberapa saat, kata security, keduanya yaitu JJ dan TS tampak bersalaman dan jalan bergandengan, lalu TS merangkul JJ dan mencubit tangan kanannya dengan sedikit mencekik lehernya menggunakan tangan kiri kemudian memukul pelipis mata kanan. “Mungkin karena merasa terdesak, lalu yang saya lihat dari jarak 1 meter, JJ melayangkan pukulan yang diarahkan kebagian muka, dan seketika TS jatuh ke lantai,” bebernya.
“Melihat peristiwa tersebut, saya berusaha melerai keduanya, dan membantu TS berdiri dan membawa ke Lobby sekolah, bahkan saya kasih minum air mineral,” tambahnya dengan nada sedih.
Terpisah, guru JJ saat dikonfirmasi tim wartawan Senin (26/09/2022) membenarkan terjadi perkelahian dengan oknum jaksa berinisial TS. Dijelaskannya, bahwa pada waktu itu saat ketemu TS masih biasa saja, mereka saling bersalaman. “TS menanyakan keberadaan AJ, emang belum beres kasus yang dulu, kemudian TS merangkul dan mencubit lengan saya. Entah kenapa, TS mencekik leher saya dan memukul pelipis mata, dengan spontan saya balas memukul bagian mukanya dengan satu kali pukulan, seketika TS langsung jatuh, setelah itu kami langsung dipisahin oleh security,” paparnya.
“Namun kata JJ dirinya siap kalau permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, saya juga manusia biasa, tentunya akan membuka hati jika TS mau minta maaf,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Drs.Suandi, M.Pd. selaku kepala sekolah SMAN 5 Karawang saat dikonfirmasi wartawan membenarkan terjadinya keributan disekolahnya. Namun Ia mengakui tidak melihat secara langsung peristiwa tersebut karena lagi perjalanan ke KCD Purwakarta.
“Terkait insiden tersebut kata Suandi, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PGRI, BKPDSDM untuk minta pendapingan. Dan kesimpulannya kami akan tetap melanjutkan dan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Namun apa yang dijelaskan guru JJ dan Security berinisial S, sangat berbeda dengan keterangan TS saat dikonfirmasi wartawan, Dimana TS mengatakan bahwa dirinya tidak terima kalau keluarganya diperlakukan seperti itu. “Siapa yang cemburu, saya yang tahu isteriku, bahwa levelnya bukan seperti JJ. Ini menyangkut harga diri dan martabat keluarga, jadi tidak seperti pemberitaan dibeberapa media karena Cemburu. Siapa laki – laki yang terima jika isterinya ada yang godain, apalagi dilakukan oleh guru yang seharusnya menjadi teladan, jadi saya marah bukan berarti tidak ada sebabnya,“ tandasnya.
Dijelaskan TS ketemu dengan JJ ditangga mau naik kelantai atas, dan entah kenapa baju guru berinisial JJ tersebut ketarik dan jatuh. Kemudian seketika guru JJ menyerang dan langsung memukul secara membabibuta yang mengakibatkan saya mengalami luka memar dan bengkak dibagian mata, telinga baian belakang dan kepala bagian belakang.
“Peristiwa tersebut sudah saya laporkan kepihak yang berwenang, dengan Nomor LP: STBL/B-C09/IX/2022/JBR/RES KRW/SEK KRW, untuk itu saya berharap pihak kepolisian Polres Karawang segera menyelidiki dan menetapkan status kedua terlapor sebagai tersangka,” pungkasnya.(*)














