MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menghadiri Hight Level Meeting percepatan penurunan stunting di tingkat Kabupaten/Kota provinsi Kalimantan Barat tahun 2023 di Aulia Hotel Mercure Pontianak, Senin (27/05/2024)
Pj. Gubernur Kalimantan Barat mengapresiasi kepada Kabupataen Kapuas Hulu yang sudah melaksanakan percepatan penurunan stunting.
“Kabupaten Kapuas Hulu sudah sangat signifikan dalam percepatan penurunan stunting di kabupatennya,” ujar PJ Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harrison dalam pidatonya.
Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menyampaikan beberapa aksi penurunan stunting sehingga bisa turun secara signifikan salah satunya adalah membuat perbup terkait penurunan stunting.
“Secara keseluruhan 8 aksi konvergensi stunting, mulai dari aksi 1 yaitu analisis situasi ketersediaan program, sampai aksi 8 berupa kegiatan evaluasi tahunan kinerja program stunting selama tahun 2023, sudah dilaksanakan,” kata Bupati dalam paparannya.
Dijelaskan Bupati, hasil evaluasi menunjukkan ada perbaikan kondisi stunting di Kabupaten Kapuas Hulu, dari data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) diketahui prevalensi stunting pada Balita sebesar 37,9% di tahun 2022, dan menjadi 16,7% pada tahun 2023.
“Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) juga memperlihatkan penurunan dari 30,3% di tahun 2022 menjadi 29,94% pada tahun 2023, PSG yang dilakukan di kabupaten Kapuas Hulu ini, bisa mengukur 92,5%, dari seluruh sasaran Balita yang ada gambaran mengenai stunting di 23 Kecamatan,” bebernya.
Kemudian, data PSG tersebut, di ketahui ada 5 Kecamatan dengan jumlah stunting terbanyak yaitu Putussibau Selatan, Selimbau, Boyan Tanjung, Mentebah dan Putussibau Utara.
“Sedangkan 5 kecamatan dengan presentase stunting tertinggi yakni Embaloh Hilir, Seberuang, Embaloh Hulu, Suhaid dang Jongkong,” terang Bupati.
Tak hanya itu, dari hasil PSG juga di ketahui gambaran kondisi stunting pada Balita di Kabupaten Kapuas Hulu selama 5 tahun, yaitu dari 38,6% pada tahun 2018 menjadi 29,94% pada tahun 2023.
Beberapa kendala yang di hadapi terkait upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2023 yaitu.
1. Koordinasi dan konvergensi program/kegiatan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap pemantauan maupun evaluasi, masih belum maksimal.
2. Dukungan desa terhadap program stunting masih belum maksimal.
3. Sosialisasi dan Edukasi terkait stunting masih sangat minim.
4. Ketersedian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaksana terutama di tingkat Desa masih terbatas (Nakes & kader Posyandu).
5. Tingkat pengetahuan & kesadaran ibu balita akan Pemberian Makan Bayi dan Anak masih kurang.
6. Masih rendahnya Tingkat pengetahuan & kesadaran masyarakat terhadap Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
7. Sistem Manajemen Data Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting dari tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat desa masih belum maksimal.
Ditambahkan Bupati, upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka percepatan penurunan stunting di kabupaten Kapuas Hulu selama tahun 2023 adalah.
1. Meningkatkan dan memaksimalkan koordinasi terkait program penanggulangan stunting antar OPD, dan menjalin kemitraan dengan PKK serta Pihak swasta.
2. Melakukan Edukasi Gizi pada ibu hamil, ibu Balita dan Wanita Usia Subur, serta kampanye lokal terkait stunting pada remaja.
3. Melakukan Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Bagi Kader Posyandu dan Bidan Desa.
4. Pemenuhan Alat pemantauan pertumbuhan (antropometri KIT sesuai standar), untuk 23 puskesmas dan 395 Posyandu di seluruh desa.
5. Meningkatkan akses air minum dan sanitasi layak terutama di desa lokus stunting.
6. Meningkatkan peran desa terhadap program penanggulangan stunting.
7. Memperbaiki system manajemen data intervensi stunting.














