MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru menghadiri pembukaan khitanan massal bagi anak yatim dan dhuafa yang diselenggarakan oleh Yayasan Masjid Agung Palembang, Rabu (20/10/2021).
Pelaksanaan khitanan dilakukan di halaman Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang.
“Tugas hidup adalah menjalin kedekatan dengan Allah dan sesama manusia. Banyak orang baik tapi sedikit sekali orang yang peduli,” Kata Gubernur Sumsel HD saat ditanyai usai membuka kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, manusia yang peduli tidak sebanding dengan banyaknya orang baik. Pemahaman yang salah selama ini mengenai kebaikan sebatas materi saja, tapi bisa berbentuk apapun seperti tenaga dan doa.
Meskipun dana ada jika tidak ada kepedulian, maka kegiatan tersebut tidak dapat berjalan. Kegiatan tersebut dimotori oleh berbagai pihak seperti YLKI,Yayasan Masjid Agung dan pihak lainnya.
Ia juga mengatakan, mungkin bagi masyarakat yang mampu, biaya sunat atau khitan bukanlah hal sulit. Tapi bagi masyarakat yang kurang mampu, tentu biaya tersebut sangatlah besar.
Bahkan tidak mungkin jika keluarga yang tidak mampu anaknya akan sunat saat akan masuk jenjang SMA.
Setelah dikaji mengenai sunat di dunia medis. Wanita yang mengalami sakit kanker rahim banyak diakibatkan oleh suami yang tidak dikhitan.
Khitanan merupakan salah satu kewajiban yang harus diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Kewajiban anak yang pertama adalah memberikan nama, kedua adalah khitanan, ketiga adalah pendidikan. Serta yang terakhir tentu saja menikahkan anaknya tersebut.
“Saya berharap kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan. Saya juga tidak segan-segan untuk memberikan bantuan,” ucap dirinya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Ir kgs H Ahmad Sanurbi mengatakan, Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 1953.
Kegiatan itu rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Jika memungkinkan, maka kegiatan khitanan massal bisa dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun.
Pada awalnya kegiatan tersebut ditargetkan sebanyak seribu anak, tapi karena keterbatasan dan lainnya maka jumlah hanya hanya berkisar di jumlah seratusan saja.
“Kegiatan ini sendiri sudah berlangsung selama puluhan tahun lalu. Saya berharap kegiatan dapat tetap rutin kami laksanakan,” harap dirinya.
Sementara itu Ketua Yayasan Raden Muhammad Taufik Husni (RMTH) Dr RM Taufik Husni SH MH mengatakan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad.
Kegiatan tersebut didukung penuh oleh yayasan RTMH. Serta beberapa organisasi Forkompinda dan pribadi.
Pada kegiatan kali ini banyak sekali antusias masyarakat. Dari 132 anak masih disiagakan pendaftaran lagi bagi masyarakat. Tapi jika tidak memungkinkan maka akan dilaksanakan d lain kesempatan.
“Nanti akan dilaksanakan pada hari besar agama Islam, yaitu peringatan Isra Mi’raj akan kami laksanakan khitanan kembali. Tapi kegiatan ini kami khususkan bagi anak-anak yang tidak mampu saja,” jelas dia.
Kegiatan khitanan massal tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Setiap sesi dibagi menjadi 20 orang saja.
Jadi ada beberapa sesi, 20 orang tersebut juga tidak dikumpulkan satu tempat. Ada 8 orang dibagi di pendaftaran kembali, ruang khitan dan ruang pemulihan. Jadi tiap tempat hanya berisi maksimal 8 orang.
“Jika status kita sudah kembali menurun, maka kegiatan ini bisa dilaksanakan lebih ramai lagi,” ungkapnya.














