BeritaBERITA TERKINIHEADLINEhomeNUSANTARAPOLITIK

Haikal: Pilkada Palembang Lebih Baik Tanpa Ratu Dewa

×

Haikal: Pilkada Palembang Lebih Baik Tanpa Ratu Dewa

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pilkada Kota Palembang yang akan digelar pada 27 November semakin dekat. Sejumlah pasangan calon telah memastikan diri untuk bertarung merebut kursi kepemimpinan kota.

Terdapat tiga pasang calon yang akan berkompetisi dalam Pilkada Palembang ini, yaitu Ratu Dewa – Prima Salam, Fitrianti – Nandriani, dan Yudha – Bahar. Di antara ketiga pasangan calon tersebut, Ratu Dewa menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai Pejabat (Pj.) Wali Kota dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang.

Menanggapi hal ini, pengamat politik Haikal Al Hafafah mengkritisi potensi penyalahgunaan wewenang oleh calon yang juga menjabat sebagai pejabat publik.

“Pegawai Negeri Sipil (ASN) tidak diperkenankan untuk berpolitik praktis. Hal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan,” ujar Haikal, Jumat (2/8/24), saat di hubungi Mattanews.co .

Akademisi Universitas Sriwijaya (UNSRI) ini menilai bahwa jika ada salah satu calon yang memanfaatkan struktur pemerintahan untuk kepentingan kampanye, maka Pilkada Palembang tidak akan berjalan secara adil dan sportif.

“Jika Ratu Dewa menggunakan instrumen pemerintahan atau ASN untuk memenangkan Pilkada, maka ini akan merugikan calon lainnya dan merusak tatanan demokrasi di Kota Palembang,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Teras Institut ini berpendapat bahwa Pilkada Palembang akan lebih menarik dan kompetitif jika Ratu Dewa tidak ikut serta. Hal ini karena akan menghilangkan potensi konflik kepentingan antara tugas sebagai pejabat publik dengan kepentingan politik.

“Ratu Dewa seringkali dianggap memanfaatkan jabatannya untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Jika ia tidak lagi menjadi kontestan, maka semua calon akan memiliki peluang yang sama untuk bersaing secara sehat,” ujar Haikal.

Lebih lanjut, Haikal menjelaskan bahwa ketidakhadiran Ratu Dewa akan menciptakan ruang yang lebih sehat bagi Pilkada Palembang.

“Tanpa adanya calon yang menggunakan simbol-simbol negara untuk kepentingan kampanye, maka semua calon akan berlomba-lomba menawarkan program dan visi yang terbaik bagi masyarakat. Ini akan membuat Pilkada menjadi lebih dinamis dan menarik,” pungkasnya.