MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Di tengah kondisi pandemi Covid-19, ibu Rudi (63 tahun), pengusaha tradisional tahu, masih bisa bertahan, kendati harga bahan pokok naik. Terutama bahan utama kacang kedelai dan minyak kelapa, Senin (27/9/21).
Salah satu pembuat dan penjual tahu itu mengatakan, harga bahan baku saat ini tidak stabil bahkan harga kacang kedelai bahan utama harganya masih tinggi.
“Saya harus tetap bertahan, dengan kondisi saat ini, karena omzet saat ini menurun tidak separah sebelumnya,” ujar ibu Rudi.
Ibu Rudi mengungkapkan, selain harga bahan utama yakni kacang kedelai, harga minyak kelapa curah saja saat ini harganya masih mahal. Tentunya ini juga akan berpengaruh terhadap hasil produksi.
“Biasanya dalam satu hari bisa memproduksi tahu banyak. Sekarang disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.
Terkait bahan baku kacang kedelai, ibu Rudi mengaku, pasokan masih normal dan masih mudah di dapat. Hanya saja dengan harga yang tidak stabil harga jual tahu juga tidak menentu.
“Saya harus menjaga harga jual tahu, supaya pelanggan tetap saya tidak berpaling,” ucap ibu Rudi.
Ibu Rudi salah satu pedagang, yang berjualan di pasar Ritel Jakabaring itu, tidak hanya menjual tahu, dia juga menjual bawang merah dan bawang putih.
“Lumayan buat menutupi kerugian saya, jikalau tahu saya tidak habis,” cetusnya.














