MATTANEWS.CO, SULBAR – Komisi IV DPRD Sulbar melakukan monitoring dan evaluasi ke sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan tahun 2022.
Pemantauan tersebut dilakukan di tiga sekolah, yakni SMA 2 Polewali, SMK Rea, dan SMK Paku, Rabu, (5/10/2022).
Dalam kunjungannya, komisi IV DPRD meninggalkan sejumlah catatan untuk Disdikbud Sulbar.
Wakil Ketua Komisi IV, Muh. Hatta Kainang mengatakan, progres pelaksanaan DAK fisik di sejumlah sekolah cenderung lambat.
Selain itu, komisi IV juga menemukan realisasi keuangan pada kegiatan tersebut masih rendah.
“Kami wanti-wanti ini diatensi realisasi fisiknya, walaupun kami juga dapatkan ada realisasi yang masih nol dan rendah dari segi keuangan,” kata Hatta Kainang.
Hatta Kainang mengingatkan Disdikbud Sulbar tidak terjebak dalam masalah hukum, serta wajib berkoordinasi dengan Inspektorat.
Ia pun menekankan pentingnya alokasi anggaran untuk minat bakat siswa dan guru.
Catatan lainnya kata Hatta, Disdikbud Sulbar diminta membuat laporan kinerja sekolah setiap akhir tahun.
Hal itu, sebagai bahan evaluasi kemajuan sekolah-sekolah di Sulbar.
Terakhir, anggota DPRD Fraksi Partai NasDem ini menyinggung soal kondisi fasilitas asrama SMK Rea yang dinilai memprihatinkan.
“Perlu ada penanganan khusus atas kondisi asrama SMK Rea,” ujar politisi NasDem tersebut.
Komisi IV juga berkesempatan untuk menyampaikan alokasi dana transfer bidang pendidikan tahun 2023 mendatang.
Kata Hatta, ada hal menarik dari skema Dana Alokasi Umum (DAU) 2023.
“Transfer DAU nantinya sudah di merk dengan beberapa pengelompokan bidang, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan PPPK,” jelasnya.
Adapun rombongan monev, di antaranya ketua Komisi IV Marigun Rasyid, wakil ketua Hatta Kainang, serta anggota, Ittol Saiful Tonra, Mutmainnah dan Arief dg Mattemu.
Mereka didampingi Kabid Pendidikan Bidang SMA, Muhammad Faezal, dan Kabid PTK Disdikbud Sulbar.














