MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Suasana khidmat menyelimuti Pengajian Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raudhatul Ulum, Makodam II/Sriwijaya, Rabu (25/2/2026) malam. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan wafatnya mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yang meninggal dunia di Jakarta, Rabu (26/2/2026).
Ajakan tersebut disampaikan di hadapan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh masyarakat Sumatera Selatan. Herman Deru menilai almarhum sebagai sosok yang memiliki dedikasi besar dalam perjalanan pembangunan daerah.
“Mari kita kirimkan doa terbaik untuk orang tua dan pemimpin kita, Bapak Alex Noerdin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya dan menempatkan beliau di sisi terbaik-Nya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan informasi bahwa almarhum direncanakan dimakamkan di Pemakaman Kebun Bunga.
Dalam tausiyah kebangsaannya, Herman Deru menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat persatuan sosial. Menurutnya, di hadapan Allah SWT seluruh manusia setara tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.
“Ramadan mengajarkan kita tentang kesetaraan dan kebersamaan. Nilai inilah yang harus kita jaga sebagai fondasi membangun Sumsel,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pekan pertama Ramadan 2026 berjalan kondusif. Ia menyebut angka inflasi daerah masih dalam batas wajar dan relatif terkendali dibandingkan rata-rata nasional.
Menjelang Idulfitri 2026, Pemprov Sumsel juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait, guna menjamin kelancaran arus mudik.
“Insya Allah, H-10 Lebaran seluruh ruas jalan yang rusak atau berlubang sudah diperbaiki. Kita ingin para pemudik merasa aman dan nyaman saat melintasi Sumatera Selatan,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, Herman Deru turut mengingatkan jajaran TNI, Polri, serta perangkat daerah untuk aktif mengawasi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasar. Ia menekankan pentingnya mencegah praktik spekulasi atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat di bulan suci Ramadan hingga menjelang Lebaran.














