MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru berharap Health tourism di Sumsel bisa terealisasi dalam 10 tahun mendatang dengan cara berkomitmen dengan semua pihak.
Hal Itu di sampaikanya saat peresmian Gedung RS Pelabuhan Palembang dan HUT PT RS Pelabuhan ke -23 yang dipusatkan di Palembang, (20/05/2022)
“Saya minta kepada seluruh RS dengan berbagai klasifikasi D, C, B atau A agar memiliki layanan unggulan. Di RS Pelabuhan, sekarang sudah miliki layanan unggulan ESWL, ini menambah layanan kesehatan yang ada di Sumsel,” ujarnya.
Lanjutnya, tujuan RS memiliki layanan unggulan jelas akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya. Walaupun saat ini, sejumlah RS telah memiliki layanan ungulan, seperti RSUD Siti Fatimah Az-Zahra dengan jantung dan ortopedinya, Hermina rumah sakit ibu dan anak dan lainnya.
“Kita bicara Sumsel, bukan hanya Palembang saja. Dan ini sangat mungkin terwujud, meskipun tak semudah membalikkan telapak tangan, setidaknya sudah kita tancapkan. Ini harus dilakukan semua pihak, bantu saya mewujudkannya,” beber dia.
Menurutnya, akan banyak dampak yang dirasakan Sumsel jika menjadi health tourism. Selain devisa negara, akan ada beban moril mewujudkan warga Sumsel lebih sehat.
“Kalau banyak dari kita tidak sehat, bagaimana mungkin mewujudkan universal health coverage (UHC),” katanya.
Lanjutnya, semua pihak terkait harus out of the box, keluar dari zona nyaman. Ia juga mewanti-wanti jangan ada petugas bagian front liner tak bersahabat terjadap pasien atau pengunjung.
“Karena dari situ saja sudah berkontribusi terhadap kesembuhan pasien,” tambahnya.
Ia meminta juga, keunggulan yang ada di RS ini bisa dimaksimalkan dengan pemasangan baliho baik di bandara, terminal maupun pelabuhan.
“Jangan lagi seperti provinsi tetangga kita, RS, puskesmas dan faskesnya sepi karena masyarakatnya banyak keluar negeri untuk berobat. Hal ini sampai dibahas di rapat antar gubernur. Saya tak ingin di Sumsel seperti itu,” ungkapnya.
Sementara Direktur Utama RS Pelabuhan Palembang, Sapto Harry Kriswanto mengungkapkan, ikut mendukung penerapan Sumsel sebagai tujuan wisata kesehatan. Salah satunya dnegan dengan peningkatan faislitas gedung baru dan layanan unggulan ESWL yang dimiliki.
“ESWL ini merupakan pelayanan pengobatan bati ginjal tanpa operasi. Ke depan, kita juga akan terus meningkatkan layanan dan mencipatakan layanan baru, seperti hemodialisa, home care, ambulans dan berbagai perlengkapan dan peralatan canggih lainnya,” ujarnya.














