MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Keberanian warga melaporkan dugaan pembakaran lahan mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru. Ia menepati janjinya dengan menyerahkan hadiah Rp10 juta kepada Ari, warga yang membantu mengungkap dugaan pembakaran lahan di kawasan Lebak Murni, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang.
Penyerahan hadiah tersebut berlangsung di Griya Agung, Selasa (13/10/2026). Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian Ari yang berani menegur terduga pelaku, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Herman Deru menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika tindakan pembakaran berpotensi memicu api meluas dan menimbulkan kabut asap.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah berani melaporkan kejadian ini. Kepedulian seperti inilah yang kita harapkan, karena pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan, hadiah Rp10 juta yang diberikan kepada Ari merupakan bentuk apresiasi atas keberanian dan kepeduliannya terhadap keselamatan lingkungan.
Menurut Herman Deru, masyarakat yang berani melaporkan dugaan pembakaran lahan tidak seharusnya hanya dipandang dari sisi imbalan yang diterima. Lebih dari itu, tindakan tersebut mencerminkan kesadaran untuk melindungi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
“Mereka yang menangkap ini bukan semata-mata karena uang, tapi karena hati. Saya sudah bilang, siapa yang menangkap dapat uang Rp10 juta, bukan karena itu,” tegasnya.
Sementara itu, Ari menceritakan, kejadian tersebut bermula ketika dirinya pulang bekerja sebagai pengemudi ojek daring pada malam hari. Dalam perjalanan, ia melihat aktivitas pembakaran lahan di kawasan Lebak Murni.
Melihat kondisi tersebut, Ari berinisiatif menegur pria yang diduga melakukan pembakaran. Ia mengingatkan bahwa api dapat menyebar dan memperburuk kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Malam saya pulang habis ngojek online, saya melihat lokasi pembakaran. Sempat saya tegur, Pak De jangan membakar, ini kabut asap, takutnya apinya menyebar ke mana-mana, tapi masih dilakukan,” cerita Ari.
Namun, teguran tersebut tidak diindahkan. Aktivitas pembakaran tetap berlangsung hingga api sempat membesar sebelum akhirnya padam.
Ari mengungkapkan, dirinya bersama warga lainnya sempat berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan. Akan tetapi, panggilan tersebut tidak tersambung sehingga ia mencari cara lain untuk melaporkan kejadian itu.
“Pertamanya, besar api itu, Pak, lalu padam. Kemudian kami telepon pemadam kebakaran, tapi tidak tersambung. Akhirnya inisiatif saya menelepon call center 110 itu,” ungkapnya.
Laporan melalui layanan darurat kepolisian tersebut kemudian ditindaklanjuti. Pihak Polsek Sako menghubungi Ari untuk meminta keterangan dan informasi mengenai lokasi kejadian.
Ari selanjutnya memberikan informasi yang dibutuhkan petugas agar penanganan dapat dilakukan. Terduga pelaku, yang diketahui merupakan warga sekitar dan memiliki kebun di kawasan tersebut, kemudian diamankan polisi untuk menjalani proses lebih lanjut.
Langkah Ari bersama warga itu mendapat perhatian Herman Deru. Gubernur menilai keberanian masyarakat untuk menyampaikan laporan merupakan bentuk kepedulian nyata yang dapat membantu aparat mencegah terjadinya kebakaran lebih luas.
Herman Deru menjelaskan, komitmen pemberian hadiah Rp10 juta sebelumnya telah disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa minggu lalu.
Melalui komitmen tersebut, ia ingin mendorong masyarakat agar tidak tinggal diam ketika mengetahui adanya tindakan pembakaran lahan yang disengaja. Masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian sehingga petugas dapat melakukan penanganan sesuai ketentuan hukum.
“Sesuai dengan kunjungan saya di Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa minggu lalu, siapa pun masyarakat yang berani melaporkan orang atau badan yang melakukan pembakaran lahan dengan sengaja kepada polisi, saya berikan uang Rp10 juta,” kata Herman Deru.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa laporan yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat tidak boleh menyalahgunakan kesempatan tersebut dengan membuat laporan palsu atau menyampaikan tuduhan tanpa dasar.
“Yang penting laporannya bukan fitnah, tetapi laporan yang benar,” tegasnya.
Herman Deru juga memberikan keleluasaan kepada Ari untuk membagikan hadiah tersebut kepada warga lain yang turut membantu melaporkan kejadian pembakaran lahan itu.
“Nah, ini hadiah dari saya uang Rp10 juta. Terserah Ari mau dibagi untuk teman lain, silakan kasih. Ini saya tahu di sini niatnya memang bukan karena mencari uang tapi karena kepedulian kita bersama, saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ajak Masyarakat Aktif Cegah Karhutla
Lebih lanjut, Herman Deru berharap tindakan Ari dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya di Sumsel. Ia meminta warga tidak ragu melaporkan dugaan pembakaran lahan yang disengaja kepada aparat kepolisian, terutama apabila tindakan tersebut berpotensi membahayakan lingkungan dan permukiman.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat di tingkat lingkungan.
“Kalau masyarakat melihat ada pembakaran lahan yang disengaja, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan dibiarkan, karena api bisa meluas dan dampaknya bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat,” pesannya.
Ia menambahkan, laporan masyarakat yang cepat dan akurat dapat membantu petugas mengambil langkah penanganan sedini mungkin. Dengan demikian, potensi meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap dapat ditekan.
Herman Deru pun mengapresiasi warga yang telah mengambil tindakan serta aparat kepolisian yang menindaklanjuti laporan tersebut.
Ia berharap kepedulian seperti yang ditunjukkan Ari terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga upaya pencegahan karhutla di Sumatera Selatan dapat berjalan lebih efektif.
“Ini adalah kepedulian kita bersama. Kita ingin Sumsel terhindar dari kebakaran lahan dan kabut asap. Karena itu, mari sama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tindakan pembakaran yang disengaja,” pungkasnya.














