MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Karangan Bunga ucapan,’Selamat Jalan Pejuang Pendapatan’, penuhi kantor Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Kabupaten Purwakarta.
Pantauan mattanews.co di lapangan beberapa karangan bunga itu ditunjukkan untuk ke 7 mantan pegawai Bapenda yang beberapa hari lalu dirotasi dan dimutasi oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ke dinas lain.
Beberapa karangan bunga itu bertuliskan,’Selamat Jalan Para Pejuang Pendapatan’. Dan diakhiri kata semoga sukses di tempat yang baru.
Cerita salah satu staff Bapenda yang namanya enggan disebutkan bahwa keluarga besar Bapenda sangat kehilangan ke 7 orang tersebut.
Karangan bunga itu bentuk apresiasi dirinya beserta staff lain kepada 7 pegawai yang telah bekerjasama selama di Bapenda dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mereka (7 orang itu,red) turut andil membantu Bapenda Purwakarta dalam meningkatkan PAD kabupaten purwakarta. Akan hal tersebut, wajar saya mengapresiasi teman-teman dengan mengucapkan sepatah kata melalui buket bunga itu. Karena sekarang kan, mereka sudah tidak disini lagi,” terangnya, Senin (17/10/2022).
Kata dia, semoga teman-teman semakin sukses bekerja, berkontribusi lebih baik lagi untuk pemerintah daerah kabupaten purwakarta di tempat dan ruang yang baru.
Diberitakan sebelumnya Bupati Purwakarta melantik dan mengambil sumpah jabatan 19 pejabat administrator setingkat eselon III, eselon III A dan III B serta 42 orang pejabat eselon IV atau pejabat pengawas di Pendopo Pemkab Purwakarta, beberapa hari lalu tepatnya Rabu (12/10/2022).
Pengamat Pemerintahan Hikmat Ibnu Ariel yang menilai tata kelola birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kacau.
“Rotasi dan mutasi pegawai yang dilakukan Pemkab Purwakarta belum lama ini saya nilai tidak sesuai kualifikasi, kompetensi, dan kinerja pegawai itu sendiri,” kata Ariel saat diwawancarai media, Jumat (14/10/2022).
Tidak sesuai dengan kompetensi pegawai, ujar Ariel, salah satu contohnya ada pegawai yang latar belakang pendidikannya kesehatan ditempatkan tidak pada bidang kesehatan.
“Dari informasi yang saya terima ada pegawai dengan latar belakang pendidikan bidang kesehatan, malah ditempatkan di Dinas Pemadam Kebakaran dan kantor kecamatan, kan kacau ini,” ujar Ariel.
Harusnya, pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan bidang kesehatan seperti halnya perawat ditempatkan di puskesmas atau di rumah sakit sesuai dengan kompetensi yang mereka miliki.
Selain itu, Ariel juga mengaku heran sejumlah pejabat di Bapenda Purwakarta dirotasi. Padahal, kinerja Bapenda Purwakarta saat ini terbilang cukup bagus berdasarkan capaian pajak daerah yang diraih.
Berdasarkan perbandingan realisasi pajak daerah pada Januari-September tahun 2021 dan 2022 terdapat surplus sekitar 40 miliar.
Dengan rincian, Januari-September 2022 realisasi pajak daerah dari sejumlah item sebesar Rp225.618.238.640 dan Januari-September 2022 Rp266.228.963.427. Dilihat data tersebut adanya surplus Rp40.610.725.149.
“Inikan prestasi, harusnya mereka (pejabat Bapenda) diapresiasi bukan malah dimutasi, karena nanti pejabat yang baru belum tentu bisa meneruskan kinerja pejabat yang lama karena butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” jelas Ariel.
Ariel menegaskan, rotasi dan mutasi pegawai memang merupakan kewenangan bupati. Kendati demikian, dalam penataannya, tentunya harus disesuaikan dengan latar belakang para pegawai dan tentunya mencermati sejumlah hal termasuk dengan capaian kinerja mereka.
“Jika salah menempatkan pegawai akan sangat berpengaruh terhadap optimalisasi kinerja para pegawai itu sendiri,” tegas Ariel.














