BERITA TERKINI

Hikmah Dibalik Pandemi, Guru Lebih Mengenal IT

×

Hikmah Dibalik Pandemi, Guru Lebih Mengenal IT

Sebarkan artikel ini

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Saat ini sistem pembelajaran jarak jauh menjadi solusi saat pandemi ini. Berbagai kendala terdapat dilapangan dan berbagai solusi juga sudah ditemukan. Di sekolah SMPN ini sendiri tidak begitu banyak kendala yang dihadapi sebab semua guru bahu membahu dalam mengatasinya.

“Awalnya pembelajaran jarak jauh ini mengalami sedikit kendala. Tapi guru bahu membahu dalam belajar mempelajari sistem ini. Ada sebanyak 10 orang guru yang sudah terbiasa memakai aplikasi ini. Jadi sisanya di saluran kepada 50 guru lainnya,” jelas
Kepala Sekolah SMPN 19 Maju Simanjuntak saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (16/9).

Awalnya pada Minggu pertama semua guru mengikuti pelatihan. Setelah itu bagi yang mahir akan membimbing guru lain untuk bisa mengoperasikan sistem pembelajaran jarak jauh. Awalnya memang sempat terkendala ada guru yang tidak begitu familiar dalam membuat tugas dan mengajar. Tapi seiring berjalannya waktu guru semakin pandai.

“Ada sisi positif di masa pandemi ini. Guru terdorong untuk menguasai teknologi. Kemungkinan bukan tidak mungkin sistem pembelajaran jarak jauh ini bisa di laksanakan tidak hanya saat pandemi ini. Tapi lebih keefektifan dalam waktu dan jarak nantinya,” jelas dia.

Lebih jauh ia berkata ada beberapa siswa yang tidak mempunyai fasilitas HP. Untuk kelas 9 ada 2 orang siswa, kelas 8 orang 4 orang jadi ada 6 siswa yang tidak memiliki HP Android. Sedangkan kelas 7 sendiri tidak ada laporan anak tidak memiliki HP. Sebelumnya siswa akan dilakukan tatap muka langsung. Tapi siswa dengan inisiatif sendiri meminjam HP tetangga dan saudara dalam membuat tugas.

“Sampai sekarang belum ada tatap muka langsung. Mengenai kentuntasan materi sendiri bukan menjadi tolak ukur. Terpenting siswa aman dan sehat baru kedepannya pembelajaran di efektifkan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia berkata, sekarang semua siswa sudah di data untuk mendapatkan paket kuota sebesar 35 giga dan guru sebesar 42 giga. Semua data sudah masuk kedalam Dapodik. Nantinya secara otomatis kuota tersebut akan masuk ke no HP masing-masing siswa. Memang pada saat di verifikasi ada beberapa siswa yang sudag berganti no. Tapi semua sudah di data kembali. Sejauh ini tidak ada kendala dan kesalahan dalam pendataan.

“Dalam Minggu ini akan di lakukan evaluasi siswa. Tapi sekali lagi nilai bukan menjadi tolak ukur dari uji coba sistem pembelajaran ini. Sebab siswa di usia saat ini masih membutuhkan sekali bimbingan dan motifasi dari orang terdekatnya,” pungkasnya.

Editor : Chitet