BERITA TERKINI

Hoax !! Direktur Pascasarjana STIK Tamalatea Makassar Meninggal Karena Vaksin Sinovac

×

Hoax !! Direktur Pascasarjana STIK Tamalatea Makassar Meninggal Karena Vaksin Sinovac

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar sebuah unggahan di media sosial YouTube yang menyebutkan meninggalnya Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar, Eha Soemantri akibat disuntik Vaksin Sinovac.

Faktanya, Berdasarkan penelusuran Mattanews.co, Kamis (25/2/2021) dikutip dari laman resmi pemerintah diwakili oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (kominfo.go.id) klaim tersebut adalah tidak benar atau hoax.

Informasi tersebut telah diklarifikasi oleh Komda KIPI Sulawesi Selatan pada 23 Februari 2021. Dalam klarifikasinya, dijelaskan bahwa Eha Soemantri meninggal setelah dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 pada 8 Februari. Dalam kronologi disebutkan jika sebelumnya Eha Soemantri sudah mendapatkan suntik vaksinasi Covid-19 tahap 1 pada 14 Januari, lalu melakukan perjalanan ke Mamuju 5 hari sebelum vaksin tahap 2 yakni pada 28 Januari.

“Kemudian, yang bersangkutan menunjukan gejala Covid-19 berupa demam dan sesak pada hari ke 3 setelah vaksinasi tahap 2 yakni pada 31 Januari. Sebagaimana yang juga dijelaskan oleh Komda KIPI Sulawesi Selatan, bahwa kekebalan tubuh baru terbentuk maksimal setelah 28 hari sejak vaksin pertama diberikan. Hal tersebut sekaligus membantah klaim yang menyebut bahwa Eha Soemantri meninggal diakibatkan suntik vaksin, melainkan akibat Covid-19 yang menyerang pada masa kekebalan tubuh belum terbentuk secara maksimal,” dilansir kominfo.go.id, Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan meninggalnya Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar,Eha Soemantri akibat disuntik Vaksin Sinovac adalah tidak benar atau Hoax.

Informasi ini jenis hoax misleading content atau konten menyesatkan. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.