BERITA TERKINI

Hoax !! Dokter Italia Sebut Bakteri Terpapar 5G Adalah Penyebab Covid-19 dan Bisa Sembuh dengan Antibiotik

×

Hoax !! Dokter Italia Sebut Bakteri Terpapar 5G Adalah Penyebab Covid-19 dan Bisa Sembuh dengan Antibiotik

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar pesan berantai di aplikasi percakapan Whatsapp Messenger yang menyebut Dokter Italia menemukan penyebab Covid-19 dari bakteri terpapar 5G dan bisa sembuh dengan antibiotik. Pesan berantai ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Berikut isi narasi pesan berantai Whatsapp Messenger tersebut:
BREAKING NEWS

Berita gempar Dunia : ITALY telah melakukan proses bedah siasat terhadapa Pesakit Corona yang telah meninggal Dunia yang mana di kata kan seperti Wahyu Besar yang berlaku kepada seluruh manusia di Dunia ini.

Italy telah menjadi Negara Pertama di Dunia yang melakukan Bedah Siasat ke atas mayat COVID -19 dan setelah penyelidikan menyeluruh di buat, mendapati bahawa Covid-19 TIDAK Wujud sebagai Virus tetapi sesuatu Rahsia yang sangat besar di bongkarkan yang mana yang di katakan virus itu adalah Satu Penipuan Global sangat besar. Apa yang berlaku sebenarnya Penderita Covid-19 yang mati adalah di sebabkan oleh “Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)”.

Doktor di Italy nekad telah Melanggar Undang-undang Pertubuhan Kesihatan Se-Dunia (WHO), yang mana WHO tidak membenar kan Autopsi (Postmortem) ke atas mayat orang yang telah mati akibat Virus Corona. Namun begitu, Pakar Perobatan di Italy telah nekad melakukan Autopsi mayat penderita Covid-19 untuk mengetahui apa punca sebenarnya kematian setelah beberapa jenis penemuan Saintifik di peroleh. Tidak dapat di andaikan sepenuhnya bahwa itu bukan Virus tetapi Bakteria yang menyebabkan kematian adalah Bakteria yang menyebabkan pembekuan darah terbentuk di dalam pembuluh darah yaitu gumpalan darah di urat: dan saraf yang di sebabkan oleh Bakteria ini dan inilah yang menyebabkan kematian kepada pesakit.

Pakar perobatan Italy telah mengalahkan Virus Covid-19 yang tersebar meluas di seluruh Dunia dengan menyatakan bahwa “tidak lain dan tidak bukan punca kematian kepada pesakit Covid-19 adalah Berpunca dari pada pembekuan phelia-intra vaskular (trombosis) dan cara menangani nya adalah dengan menyembuhkan nya yaitu dengan mengambil Obat-obatan seperti tablet anti biotik, anti-radang dan mengambil anti koagulan (aspirin) dan ini boleh menyembuh kan pesakit yang di terkena Virus COVID-19”.

Dengan penemuan ini, maka menunjuk kan kepada seluruh Penduduk Dunia bahwa penawar bagi penyakit Covid-19 telah di temui dan berita sensasi ini di bagi untuk seluruh Dunia. Penemuan ini telah di siapkan oleh Pakar dan doktor dari Italy dengan cara Autopsi (Postmortem) mayat Pesakit Covid-19. Menurut beberapa Saintis Italy yang lain, Ventilator dan Unit Rawatan Rapi (ICU) tidak pernah di perlukan. Protokol untuk ini kini telah di keluar kan di Italy.

Terdapat pendapat umum mengatakan bahwa Negara China sebenarnya sudah mengetahui tentang penemuan ini tetapi tidak pernah membuat pengumuman menjadi terbuka kepada negara lain di Dunia.

Dengan penemuan ini, informasi ini di mohon untuk di bagikan maklumat ini dengan semua keluarga, tetangga, kenalan, kawan sekantor agar mereka dapat keluar dari ketakutan Covid-19 dan memahami bahwa ini bukan Virus sama sekali tetapi hanya Bakteria yang terkena radiasi 5G. Dan ini adalah berbahaya kepada orang yang mempunyai Immune yang sangat rendah. Sinaran ini juga menyebabkan radang dan hipoksia. Mereka yang menjadi korban ini harus mengambil Asprin-100mg dan Apronix atau Paracetamol 650mg., Kenapa … ??? Kerena telah terbukti bahwa Covid-19 menyebabkan darah membeku yang menyebab kan Trombosis orang tersebut dan di sebabkan oleh darah beku di vena dan di sebab kan oleh otak, jantung dan paru-paru tidak dapat mendapat Oksigen kerena orang tersebut menjadi sukar dan seseorang mati dengan cepat kerena Sesak Nafas.

Doktor di Italy tidak mematuhi Protokol: WHO dan melakukan bedah siasat ke atas mayat yang mati kerena Covid-19. Doktor membuka lengan, kaki dan bahagian tubuh yang lain dan setelah memeriksa dan memeriksanya dengan betul, mereka melihat bahwa saluran darah melebar dan vena penuh dengan Trombi yang biasanya menghentikan darah mengalir. Dan juga mengurangkan aliran Oksigen ke dalam badan yang menyebabkan pesakit mati. Setelah mengetahui penyelidikan ini, Kementerian Kesehatan Italy segera mengubah Protokol Rawatan Covid-19 dan memberikan Aspirin kepada Pesakit Positifnya mengikut Sukatan 100mg dan memberi Empromax. Hasilnya para pesakit mulai pulih dan kesehatan mereka mulai menunjuk kan peningkatan kesihatan yang baik. Kementerian Kesehatan Italy mengeluarkan lebih dari pada 14,000 pesakit dalam 1 (satu) hari dan menghantar mereka pulang ke rumah masing-masing.

Sumber : Kementerian Kesehatan Italy

#kita jaga kita.”

Faktanya, klaim dokter Italia menemukan penyebab Covid-19 dari bakteri terpapar 5G dan bisa sembuh dengan antibiotik adalah tidak benar atau hoax.

Dalam penelusuran Mattanews.co, Jumat (12/2/2021) dikutip dari Liputan6.com (Media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network atau IFCN). Virus tidak dapat menyebar melalui gelombang radio atau jaringan seluler. Covid-19 menyebar di banyak negara yang tidak memiliki jaringan seluler 5G.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan mitos tentang pandemi virus corona (covid-19). Virus corona (covid-19) menyebar melalui tetesan pernapasan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, dilansir Liputan6.com, Kamis (11/2/2021).

Klaim bahwa pasien yang terinfeksi Covid-19 dapat disembuhkan dengan mengonsumsi parasetamol dan obat-obatan dasar lainnya juga salah.

Informasi ini jenis hoax misleading content atau konten menyesatkan. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.