[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter: Andre Bara
PRABUMULIH, Mattanews.co – Akhirnya usulan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KMP) tentang tarif angkutan Damri bagi mahasiswa dan pelajar akhirnya disetujui pihak Damri.
Damri sepakat usulan mahasiswa melalui Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih, agar tarif Damri bagi mahasiswa dan pelajar Prabumulih-Palembang dan sebaliknya (PP) turun kembali ke tarif lama.
Hal ini terungkap usai pihak Damri dan KMP menggelar audiensi dengan Wali kota (Wako) Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, di ruang kerjanya, Senin (26/10/2020).
Melalui General Manager (GM) Damri Palembang, Ivan F Poluan membenarkan hal tersebut pada wartawan.
“Khusus mahasiswa dan pelajar tarif sebelumnya sebesar Rp 15 ribu, tapi tadi kita sepakati ada tarif khusus bagi mereka yaitu sebesar Rp 10 ribu,” ucapnya.
Sambung Ivan, berbeda dari kalangan pelajar dan mahasiswa, untuk tarif penumpang umum dari Rp.25.000 menjadi Rp.15.000.
Kedepannya, pihak Damri akan melaksanakan sosialisasi khusus tarif yang menyentuh seluruh pelajar dan mahasiswa.
“Realisasinya untuk seluruh mahasiswa dan pelajar,” ungkapnya.
“Tinggal menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa saja, tarifnya cuma Rp.10 ribu saja,” tegas Ivan.
Sementara itu, dengan mengenakan almamater warna kuning, Ketua KMP Mahes dari Universitas Sriwijaya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Prabumulih.
“Terima kasih pada pemkot terkhusus Bapak Wali kota Ridho Yahya dan perum Damri atas keputusannya dan kami sepakat,” ucap Mahes.
Terpisah, Wako Ridho Yahya menilai bahwa tarif bagi pelajar dan mahasiswa selama ini hanya kesalahan komunikasi semata.
“Tarif sudah jelas hari ini dan sudah ada kesepakatan, kita semua berterimakasih kepada Damri atas kebijakan ini,” tutur Ridho.
Lanjut Ridho, ia berharap Damri dapat menambah armada bus yang beroperasi.
“Tambah jadi 8 bus lah,” pinta Ridho Walikota Prabumulih.
Editor: Fly














