MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Intensitas hujan tinggi sejak senin pagi 7 September 2026 menyebabkan tanah longsor di dua desa di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu. Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di wilayah Desa Tanjung Kapuas dan Desa Nanga Suhaid.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Suhaid langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan memastikan keamanan warga di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali membenarkan adanya laporan tanah longsor di wilayah hukum Polsek Suhaid.
“Benar, pada Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB terjadi tanah longsor di Desa Tanjung Kapuas dan Desa Nanga Suhaid akibat hujan deras dengan intensitas tinggi,” ujar IPTU Jamali kepada wartawan.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Polsek Suhaid menugaskan Aipda Abang Agus Endra dan Aipda Suharmanto melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak.
“Personel kami melaksanakan pemantauan guna memastikan kondisi di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan yang dapat membahayakan masyarakat,” jelas IPTU Jamali.
Di lokasi, personel juga mengecek kondisi lingkungan sekitar, material longsoran, dan memantau aktivitas warga yang bermukim di dekat lereng.
Melalui Kasi Humas, Polres Kapuas Hulu melalui Kapolsek Suhaid mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Hindari beraktivitas di sekitar tebing dan lereng yang rawan longsor. Kondisi tanah saat ini masih berpotensi mengalami longsor susulan,” tegas IPTU Jamali.
Ia juga meminta warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan tanda-tanda tanah bergerak atau jika ada akses jalan yang tertutup material longsor.
“Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun mengganggu akses transportasi,” tambahnya.
IPTU Jamali memastikan Polsek Suhaid akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lokasi. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama saat cuaca masih berpotensi hujan.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, BPBD, dan pihak terkait lainnya untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut akibat bencana tanah longsor tersebut,” ungkapnya.
Langkah koordinasi ini penting agar jika terjadi hal darurat, penanganan seperti pembersihan material, pembukaan akses, hingga evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.
Tak hanya itu, bencana longsor di Suhaid menjadi pengingat bahwa wilayah Kapuas Hulu yang berbukit dan memiliki banyak lereng rawan terdampak cuaca ekstrem.
Polres Kapuas Hulu melalui jajaran Polsek terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membuka lahan di tebing curam dan menjaga saluran air agar tidak memicu erosi.
“Pencegahan bencana harus dimulai dari masyarakat. Mari kita jaga lingkungan dan saling mengingatkan,” pesan IPTU Jamali.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat longsor di Desa Tanjung Kapuas dan Desa Nanga Suhaid. Namun situasi tetap dalam pemantauan ketat.
“Polsek Suhaid berkomitmen siaga penuh dan akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
Bagi warga, kewaspadaan adalah kunci utama. Jika hujan lebat, utamakan keselamatan dan segera hubungi pihak berwenang jika melihat potensi bahaya, “pungkas Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali. (*)














