MATTANEWS.CO, FAKFAK – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia hadir langsung di acara HUT Kota Fakfak ke-125 Fakfak, Minggu (16/112025).
Bahlil Lahadalia membawakan hadiah berupa status PLN dari ranting, menjadi cabang yang membawahi Kabupaten Bintuni dan Kabupaten Kaimana serta hadiah lainnya.
Menurutnya, belum tentu lampu menyala terus karena kapasitas pembangkit tidak lagi berimbang dengan kapasitas jumlah permintaan daya listrik.
“Maka saya sebagai menteri ESDM memerintahkan PLN Pusat agar di tahun 2026-2027 lampu di kampung-kampung dan di seluruh wilayah Distrik tidak boleh lagi menyala cuma 12 jam tapi harus 24 jam,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, juga pembangkit listrik tenaga 20 megawatt dan akan selesai 2027.
“Kalau 20 megawatt ini pasti sudah bisa menyala semua, kalau ada salah jangan salahkan saya salahkan mereka PLN,” tandas Bahlil sambil tersenyum.
Ia menyampaikan, Kabupaten Fakfak sebagai bagian dari pada kabupaten yang masuk di wilayah Indonesia, tetapi dalam sejarahnya adalah kota perjuangan, di mana penerjunan pertama Tentara Indonesia untuk mengembalikan Irian Jaya waktu itu ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Fakfak sudah menciptakan banyak orang yang menduduki jabatan politik maupun birokrasi, sepeti ada yang jadi anggota DPR, ada juga yang ang jadi Gubernur di tempat lain, yang jadi Sabda yang jadi anggota DPR RI Bupati dan bahkan jadi menteri.
“Saya mau kasih tahu dari seluruh Papua ini yang jadi Ketua Partai Golkar cuma satu saja dari kabupaten Fakfak.Ini bukan kacang goreng, Fakfak ini yang menjadikan saya mental seperti ini,” sambungnya.
Bahlil membawa hadiah lainya untuk masyarakat Fakfak tahun 2026 pengembangan Bandara Siboru Fakfak, agar bisa sampai dengan 2000 meter, supaya Boeing bisa turun.
“Mulai kita start 2026 dan kemudian juga kita bangun jalan dari belakang. Dulu kan waktu kita membangun airport banyak orang bilang bahwa hanya orang gila yang bisa membangun airport di sana, memang Fakfak dibutuhkan orang-orang gila yang bisa menyelesaikan pembangunan,” ujarnya.
Kemudian di tahun 2026 juga akan dibangun pusat industri hilirisasi di Kabupaten Fakfak khususnya pala, agar jangan dijual lagi dengan harga murah.
Selain itu, pabrik Pupuk Kaltim yang tadinya membangun di Fior, ternyata hanya bisa bangun satu pabrik, sementara desainnya itu dibangun lebih dari satu pabrik. Maka kita pindahkan lokasinya ke Distrik Tomage.














