MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG –
Tahun ini kita memulai pembangunan dengan pengetatan anggaran bertajuk efisiensi APBN dan APBD sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Efisiensi anggaran mewajibkan kita menunda sejumlah kegiatan pembangunan yang telah kita rencanakan dan sepakati bersama sebagaimana tertuang dalam Qanun APBK Tahun Anggaran 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahami saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Tamiang ke 23, di lapangan tribun kantor bupati setempat, Kamis (10/4/2025).
“Kebijakan ini (efisiensi anggaran, red) tidak menghilangkan kegiatan utama pembangunan di sektor pertanian, kesehatan dan pendidikan,” ucapnya.
Kendati demikian, sambung Armia Pahami, keadaan ini sebenarnya menjadi ancaman sekaligus peluang bagi kita bersama. Sebab ketika, menjadi ancaman karena volatilitas yang tinggi yang menggambarkan perubahan cepat yang disertai ketidakpastian, di antara perubahan regulasi atau kebijakan anggaran yang bisa membuat penerimaan keuangan naik-turun.
“Berdampak pada pengeluaran atau belanja yang masih bisa di luar prediksi akibat efek berganda politik ekonomi global, serta bencana alam maupun non-alam,” ungkap Bupati.
Disamping itu, dapat menjadi peluang bila kita mampu mengoptimalkan eksplorasi dan eksploitasi segala potensi sumber pendapatan yang ada di daerah kita secara berkelanjutan.
“Inilah yang kami dorong dari sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang pada 17 Februari 2025 lalu. Dengan salah satu langkah penting sebagai exit strategy menghadapi kebijakan Efisiensi APBN dan APBD,” terangnya.
Sebelumnya, Armia Pahami juga menjelaskan, dalam konsep pembangunan daerah, usia 23 tahun adalah masa transisi menuju kematangan. Pada usia ini semestinya kita sudah menyelesaikan sejumlah tugas pokok yang menjadi fokus dasar pembangunan, seperti pembangunan infrastruktur, penatakelolaan pemerintahan yang baik, bersih dan melayani, serta pemenuhan layanan dasar publik.
“Namun memang dalam suksesi menuju kematangan itu, cukup banyak halangan dan rintangan yang sudah kita hadapi bersama, dari sejak kelahiran Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2002,” pungkas Bupati Aceh Tamiang. Sembari mengajak mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga optimisme serta semangat untuk berbenah, bangkit dan berani berubah untuk memajukan Aceh Tamiang walau dengan kondisi yang penuh tantangan dan rintangan.














