MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Lembaga The Institute of Democracy and Education (IDE) Indonesia resmi menerjunkan delegasi kemanusiaan ke Yordania guna membantu pengungsi Palestina, Selasa (24/02/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari Humanitarian Project sebagai bentuk solidaritas nyata terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina.
Program ini difokuskan pada penyaluran kebutuhan logistik mendesak, terutama untuk menghadapi tantangan musim dingin yang berat. Bantuan yang disalurkan meliputi, pakaian hangat dan perlengkapan musim dingin. Kemudian bahan pangan pokok dan kebutuhan dasar harian lainnya.
Dalam pelaksanaannya, IDE Indonesia menggandeng mitra lokal dan internasional untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Delegasi bekerja sama dengan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) di Yordania serta sejumlah yayasan kemanusiaan lokal yang memiliki akses langsung ke kamp-kamp pengungsian.
Pendiri IDE Indonesia, Gugun Gumilar, menyatakan bahwa misi ini adalah perwujudan tanggung jawab moral bangsa Indonesia.
“IDE Indonesia hadir untuk menegaskan bahwa Indonesia konsisten membela nilai kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina. Bantuan ini adalah wujud empati sekaligus sikap keberpihakan yang tegas,” ujar Gugun saat melepas keberangkatan tim.
Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Ketua IDE Indonesia, Nata Sutisna, didampingi oleh Sheila Syakira (Ketua Bidang Sosial) dan Zalfa Zahirah (Ketua Bidang Pendidikan).
Selain menyalurkan bantuan fisik, tim ini bertugas membangun interaksi langsung dengan para pengungsi untuk memberikan dukungan psikologis.
Nata Sutisna menekankan bahwa kehadiran mereka membawa pesan harapan. “Kami hadir untuk menyampaikan bahwa rakyat Palestina tidak sendirian dalam memperjuangkan hak dan kemerdekaannya,” tegasnya.
Melalui aksi ini, IDE Indonesia berharap dapat memperkuat peran generasi muda Indonesia dalam kancah kemanusiaan global serta menyuarakan keadilan internasional secara berkelanjutan.














