Insentif 6 Bulan Tak Jelas, Petugas Nakes Karantina Covid-19 Tuding Kadinkes Sulbar Tak Beri Solusi

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, SULBAR – Membawah dua tuntutan,Puluhan massa unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi peduli petugas karantina, Covid-19 Sulbar geruduk pelataran kompleks kantor gubernur Sulbar, rabu (23/6/2021).

Koorlap massa aksi menyampaikan bahwa, dibalik kerasnya himbauan Pemerintan dalam menegakkan Protokol kesehatan ternyata terdapat ketimpangan yang terjadi didalam mekenisme penegakkannya. “Tentu di ketahui bersama behwa yang menjadi Garda terdepan selama ini disetiap daerah dalam penegakkan Protokol Kesehatan adalah mereka para Petugas Covid-19. Namun yang terjadi pada nasib Petugas Kerantina Covid-19 khususnya di Provinsi Sulawesi Barat hari ini sangatlah ironis Karena sampai hari ini belum ada pemberian Insentif bagi para Petugas Karantina Covid-19 baik yang kategori medis maupun Non-medis sejak bulan desember tahun 2020,” kata korlap aksi Irwan Ade Saputra, rabu (23/6/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, Berbagai alasan diutarakan oleh pemangku kebijakan terkait yang ada di Provinsi Sulawesi Barat khususnya Dinas Kesehatan, dianggap justru tidak menghadirkan solusi sama sekali bagi nasib para petugas karantina Covid-19.

Padahal menurut Irwan, di sisi lain para petugas karantina Covid-19 sudah melaksanakan kewajibannya dengan maksimal, di tandai dengan turunnya angka penyebaran Covid-19 khususnya di Provinsi Sulawesi Barat.

“Jadi sangatlah wajar jika para petugas karantina Covid-19 berhak meminta apa yang seharusnya menjadi hak mereka,” jelas Irwan Ade Saputra.

Olehnya itu, pihaknya dari aliansi peduli petugas karantina Covid-19 ingin menyampaikan tuntutan. “Transparansi skema penyaluran anggaran dana Covid-19. Segera bayarkan insentif petugas karantina Covid-19,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Regional Provinsi Sulawesi Barat dr. Hj. Indahwati Nursyamsi, M. Kes menyampaikan apresiasi kepada para massa unjuk rasa. “Apresiasi buat mereka, karena mereka mau memperjuangkan nasib Nakes dan non Nakes yang belum di bayar”, ucap Direktur RSUD Sulbar, dr. Hj. Indahwati Nursyamsi via WhatsApp kepada media ini, rabu (23/6/2021).

“Saya sudah berusaha minta untuk dibayarkan tapi birokrasinya terlalu panjang dan seakan tidak diperhatikan oleh yang berwenang. Menurutnya dengan adanya demo, mengingatkan pemerintah bahwa insentif urgent untuk dibayarkan karena berkaitan dengan piringnya petugas.

“Ada sosial kontrol, sehingga bisa dilakukan percepatan-percepatan pembayaran,” ungkap dr Indahwati.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait