MATTANEWS.CO, CIAMIS – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Ciamis resmi membuka gelaran Latihan Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel) 2026 dengan fokus besar pada percepatan kualitas kaderisasi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 9–11 Januari 2026, bertempat di Pondok Pesantren Baitul Hikam As-Shofa, Cijeungjing, Sabtu (09/01/2026).
Mengangkat tema “Akselerasi Instruktur dan Pelatih yang Profesional serta Berkelanjutan”, agenda Latin dan Latpel dibuka secara resmi pada Jumat (09/01). Turut hadir dalam pembukaan Kabag Kesra Setda Ciamis, Sekretaris PCNU Ciamis, para pengurus Badan Otonom NU, serta para alumni senior IPNU–IPPNU Kabupaten Ciamis.
Ketua PC IPNU Ciamis, Irman Muhamad Fahan, menyampaikan bahwa tema akselerasi dipilih sebagai respon atas tuntutan zaman yang menuntut gerak organisasi lebih cepat dan adaptif.
“Kita tidak bisa lagi memakai pola lama yang lambat. Melalui Latin dan Latpel ini, kita mempercepat proses pembentukan instruktur dan pelatih yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga berkelanjutan dalam mendampingi kader di setiap tingkatan,” tegasnya.
Dukungan penuh juga disampaikan tuan rumah kegiatan, Ky. Anas Nasrudin, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikam As-Shofa. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme organisasi dan kedalaman spiritual sebagai fondasi gerak kader.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Ciamis, Ky. Tatang Nawawi, menyebut peran instruktur dan pelatih sebagai “arsitek peradaban” dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
“Profesionalisme instruktur akan memastikan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah tersampaikan dengan metode yang segar, relevan, dan berkelanjutan kepada generasi pelajar,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kabag Kesra Setda Ciamis, Anwar Solahudin, memberi apresiasi atas terselenggaranya Latin dan Latpel. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah mencetak generasi muda yang kompeten.
“Pemerintah membutuhkan mitra strategis seperti IPNU–IPPNU. Jika instrukturnya profesional, maka pemuda Ciamis akan tumbuh sebagai pribadi berkarakter dan berkualitas,” tuturnya sebelum membuka kegiatan secara simbolis.
Selama tiga hari pelatihan, peserta terpilih dari berbagai kecamatan akan mengikuti materi intensif, diantaranya:
Standardisasi Pelatih: Menyamakan kualitas metode dan persepsi kepelatihan di seluruh kecamatan.
Penyusunan Kurikulum Berkelanjutan: Menjamin kaderisasi tidak berhenti usai pelatihan, melainkan terus berjenjang.
Digitalisasi Data Kader: Pemanfaatan teknologi untuk memantau perkembangan kader secara profesional dan terukur.
Melalui Latin dan Latpel 2026 ini, IPNU–IPPNU Ciamis berharap lahir instruktur dan pelatih yang siap bergerak di lapangan, memperkuat struktur kaderisasi, dan mendorong kemajuan organisasi secara masif dan berkelanjutan.














