BERITA TERKINI

Jadwal Buka Puasa di Hari ke-9 Ramadhan 1441 H Wilayah DKI Jakarta dan Palembang 2 Mei 2020, Berikut Doa Buka Puasa

×

Jadwal Buka Puasa di Hari ke-9 Ramadhan 1441 H Wilayah DKI Jakarta dan Palembang 2 Mei 2020, Berikut Doa Buka Puasa

Sebarkan artikel ini

Reporter : Poppy Setiawan

JAKARTA, Mattanews.co– Sidang isbat menyepakati tanggal awal 1 Ramadhan 1441 H pada 24 April 2020 berdasarkan perhitungan hisab dan pemantauan hilal

Puasa Ramadhan 1441 H telah memasuki hari ke-9, Setiap wilayah seluruh Indonesia, memiliki masing-masing jadwal buka puasa sebagai pengingat berbuka.

Bahkan Jadwal Buka Puasa hari ini Sabtu 2 Mei 2020, juga digunakan sebagai patokan waktu berbuka puasa bagi seluruh umat muslim di seluruh Indonesia. Dengan mengetahui waktu tepat untuk berbuka puasa, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menyegerakannya. Ibadah puasa menjadi lebih berkah dan berpahala tentunya.

Mattanews.co pun menyediakan informasi jadwal berbuka puasa setiap hari hingga akhir Ramadhan berdasarkan situs resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Berikut ini jadwal Buka Puasa hari Sabtu 2 Mei 2020, 9 Ramadhan 1441 H di DKI Jakarta dan Palembang :

DKI Jakarta
Imsak: 04.26 WIB
Subuh: 04.36 WIB
Magrib/Buka Puasa: 17.50 WIB
Isya: 19.00 WIB

Palembang
Imsak: 04.31 WIB
Subuh: 04.41 WIB
Maghrib/Buka Puasa: 18.01 WIB
Isya: 19.12 WIB

Saat berbuka puasa inilah, ada beberapa doa yang lazim diucapkan. Seperti dikutip dari tulisan “Salahkah berdoa dengan Allahumma laka shumtu?” karya Syukron Ma’mun al-bhogori, banyak broadcast mengenai bacaan berbuka puasa yang mengklaim paling benar.

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Bacaan latinnya: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”.

Pembacaan do’a seperti ini, dengan variasi tambahan dan pengurangan, merupakan warisan turun-temurun dari para ulama waratsatul anbiya.

Mereka yang menganjurkan membaca do’a ini adalah para ahli hadis dan fuqaha dari berbagai mazhab.

Editor : Poppy Setiawan